Tingkatkan Pelayanan Publik, H.M. Hartopo Sambangi Bupati Banyuwangi

 

BANYUWANGI - Semilir angin dan mendung menghinggapi halaman belakang Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (12/12) sore. Namun, kondisi tersebut tak menyurutkan niat Plt. Bupati Kudus H.M. Hartopo dan rombongan untuk bersua dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Kedua bupati langsung akrab satu sama lain dan berbincang tentang pelayanan kepada masyarakat.

Plt. Bupati Kudus H.M. Hartopo yang menjadi pimpinan rombongan mengenalkan satu per satu anggota rombongan. Tampak hadir Ketua DPRD Kudus, Dandim 07/22 Kudus, Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus, Asisten Sekretaris Daerah, dan sejumlah pimpinan OPD. Dalam kesempatan tersebut, H.M. Hartopo juga mengenalkan Kabupaten Kudus kepada Bupati Azwar Anas. Pihaknya mencontohkan, Kudus terkenal dengan industri rokok. Tak hanya itu, pabrik pembuat uang kertas pun turut disebutnya. "Kudus, meskipun kota kecil di Jawa Tengah, punya pabrik-pabrik besar baik itu industri rokok maupun pencetakan uang kertas," ungkapnya.

Selain itu, H.M. Hartopo juga menyampaikan pihaknya bersama rombongan datang ke Banyuwangi tak lain adalah untuk melakukan studi komparasi. Nantinya, program inovasi yang baik dari Banyuwangi akan coba diaplikasikan di Kudus. Ia mencontohkan, Mal Pelayanan Publik yang ada di Banyuwangi menjadi contoh yang sangat baik dan menjadi alasan dibalik tujuannya belajar ke Bumi Blambangan. "Yang belum dipunyai oleh Kudus adalah Mal Pelayanan Publik. Mal ini akan menjadi sebuah sarana dimana masyarakat dapat mengurus berbagai perijinan maupun administrasi lainnya dalam waktu yang cepat," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Azwar Anas menyambut baik kedatangan Plt. Bupati Kudus beserta rombongan. Ia pun langung menjelaskan gebrakan apa yang dilakukannya sehingga Banyuwangi menjadi pusat studi komparasi di Jawa Timur. Ia mengaku, setiap daerah memiliki alam, hutan, dan segala permasalahannya masing-masing. Namun, hal terpenting yang perlu segera dibenahi adalah birokrasi. Ia mendorong agar ASN punya target dan tidak boleh menganggur. Lebih lanjut, sistem teknologi informasi harus terintegrasi. Termasuk salah satunya adalah pemanfaatan sosial media dalam setiap keputusan yang diambil oleh bupati sehingga seluruh pejabat struktural hingga staf mengetahui. "Jadi, apa yang saya sampaikan sama dengan seluruh pejabat hingga staf. Jangan hanya anak buah laporan ke kita, kita tidak laporan ke anak buah. Sebagai contohnya saya pakai Facetime ketika sedang di luar negeri sehingga kita bisa melipat jarak dan waktu," terangnya. 

Azwar Anas juga menceritakan sumber inspirasi kenapa di Banyuwangi terdapat Mal Pelayanan Publik. Ketika mengunjungi negara Azerbaijan dan Georgia, negara pecahan Uni Soviet, Azwar melihat Mal Pelayanan Publik yang melayani ratusan kebutuhan dasar masyarakat. Oleh karena itu, sepulangnya dari negara tersebut langsung membangun Mal Pelayanan Publik. Uniknya bangunan yang dipakai adalah memang bangunan Mal namun tak terpakai sehingga akhirnya dimanfaatkan untuk membuat Mal Pelayanan Publik. "Pak Plt. Bupati Kudus tidak perlu ke Azerbaijan cukup di Banyuwangi saja studi komparasinya karena kita merupakan kabupaten paling inovatif di Indoneisa," katanya disambut gelak tawa hadirin.

Tak hanya itu, Azwar Anas yang pernah mengenyam pendidikan tentang pengentasan kemiskinan di Harvard University Amerika Serikat juga mengungkapkan bahwa saat ini Banyuwangi mampu menurunkan angka kemiskinan dan menjadi kabupaten dengan pendapatan per kapita paling tinggi di Jawa Timur. Menurutnya, untuk mencapai itu semua dibutuhkan kolaborasi dan gotong royong dengan masyarakat seperti melibatkan masyarakat dalam tiap event budaya. "Kuncinya bukan di uang, kalau kita bisa menggerakkan kekuatan masyarakat, semua bisa teratasi. Seperti contohnya Tour de Banyuwangi yang tidak mendapat subsisi APBN justru mendapatkan penghargaan terbaik," pungkasnya.