Kudus - Dimusim penghujan saat ini, tentunya curah hujan sangatlah tinggi. Oleh karena itu sungai-sungai dari hulu ke hilir yang mulanya debit air cenderung surut akibat kemarau ditahun lalu, sekarang cenderung meningkat drastis volume airnya, Akibatnya rawan sekali terjadi bencana alam salah satunya banjir. Banjir terjadi dikarenakan berbagai faktor diantaranya selain pendangkalan sungai, musibah banjir bisa terjadi karena berbagai hal yakni meliputi tersumbatnya saluran air, volume air yang meningkat berkali lipat dan membuat beberapa sungai di Kabupaten Kudus volume airnya semakin melimpah karena kirimian air dari beberapa hulu sungai disekitar.
Oleh karena itu, Plt Bupati Kudus HM Hartopo didampingi Camat Jati dan Beberapa Kepala OPD terkait siang ini (7/1) meninjau debit air yang ada di sungai wulan tanggul angin Kudus untuk memastikan keamanan tanggul sekaligus kesiapan mesin pompa air.
"Untuk saat ini, dapat terpantau debit air di sungai Wulan tanggul angin masih dalam kondisi aman karena debit air masih dibawah 400cm, untuk mengantisipasi membludaknya air dimusim penghujan ini rencananya kita akan hidupkan 2 pompa air walaupun untuk kategori penanggulangan sungai wulan ini masih kurang, karena idealnya perlu 5 pompa air, itupun melihat curah hujanya" terangnya.
Rencananya, Pemkab Kudus akan menganggarkan tambahan mesin pompa menurut kemampuan keuangan Daerah, mengingat budget yang dibutuhkan terbilang lumayan untuk harga satu buah mesin pompa yang kisaran harga hingga lebih dari 500 juta rupiah.
Kegiatan dilanjutkan dengan meninjau kesiapan sarana dan prasarana tempat pengungsian yang ada di aula balai desa kirig Kecamatan Mejobo Kudus.