Mawar Hartopo Serahkan Piala Lomba PHBS Tingkat Kabupaten

 

KUDUS - TP PKK Kabupaten Kudus dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus mengumumkan hasil penilaian Lomba Pelaksana Terbaik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tatanan Rumah Tangga Tingkat Kabupaten. Juara pertama diraih oleh Desa Glagah Kulon, Kecamatan Dawe; juara kedua diraih oleh Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo; dan Desa Larikrejo, Kecamatan Undaan sebagai juara ketiga. Hadiah berupa piala, piagam dan uang pembinaan diserahkan oleh Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Kudus Hj. Mawar Hartopo didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Joko Dwi Putranto dalam Orientasi Kader dan Sekretaris TP PKK Se-Kabupaten Kudus di Ruang Rapat Gedung Setda Lt.4, Senin (16/12).

Mawar mengucapkan selamat kepada para Kepala Desa yang hadir untuk menerima hadiah lomba. Dirinya mengungkapkan bahwa penilaian telah dilakukan secara objektif dengan mengacu pada indikator yang telah ditentukan. Dirinya berpesan agar kemenangan tersebut harus terus diiringi dengan penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. "Selamat kepada para pemenang, jika perilaku hidup bersih dan sehat bisa terus diterapkan dalam kegiatan sehari-hari, Insya Allah masyarakat selalu hidup sehat," ujarnya.

Terkait kegiatan orientasi kader dan sekretaris digelar untuk memperkuat pemahaman dalam pengelolaan administrasi TP PKK Kecamatan, Desa / Kelurahan. Kelengkapan data administrasi menjadi sangat penting karena selalu menjadi syarat untuk mengikuti kegiatan maupun lomba dan sebagai laporan kepada TP PKK Provinsi. Oleh sebab itu, Mawar berpesan kepada para kader dan sekretaris untuk rajin dalam mengurus administrasi PKK pada tingkatan masing-masing. "Setiap ada kegiatan langsung dikerjakan administrasinya, biar tidak numpuk," pesannya.

Sementara itu, Joko Dwi Putranto menyampaikan, demi mendukung visi presiden dalam mewujudkan SDM Unggul, maka sektor kesehatan berupaya melakukan pencegahan stunting. Stunting dapat dicegah apabila ibu hamil dan balita secara rutin diperiksa di Posyandu. Maka dari itu, dia mengajak peran aktif Kader Posyandu untuk dapat mendatangi Ibu hamil dan balita yang tidak hadir di Posyandu. Karena berdasarkan evaluasi di desa dengan angka stunting tinggi, pihaknya menemui masih rendahnya kehadiran ibu dan anak untuk mengecek kesehatan di posyandu. "Peran aktif kader untuk mengajak masyarakat untuk hadir secara rutin dalam Posyandu sangat penting, kalau tidak hadir didatangi saja," tuturnya.