Lewat Konferensi Video, Plt Bupati Kudus Sampaikan LKPJ


KUDUS - Sidang Paripurna dalam rangka penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2019 tampak berbeda. Kali ini, Pemerintah Kabupaten Kudus dan anggota DPRD Kudus bersidang lewat konferensi video.  Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus Hartopo melaporkan LKPJ via konferensi video di Command Center, Rabu (8/4). 

Penyampaian LKPJ tersebut untuk memenuhi kewajiban pertanggungjawaban kepala daerah yang berisi pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan pada Tahun Anggaran 2019. Secara umum laporan tersebut terdiri atas arah kebijakan umum, pengelolaan keuangan daerah, penyelenggaraan tugas pembantuan, dan penyelenggaraan tugas umum pemerintahan. 

Mengawali laporan, Hartopo mengapresiasi tenaga kesehatan di Kabupaten Kudus yang terus berjuang melawan virus Corona. Pihaknya menyampaikan, tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam mencegah dan menangani virus Corona. Apalagi, di Kabupaten Kudus telah terkonfirmasi 4 kasus Positif Covid-19. "Saya mengapresiasi tenaga kesehatan yang berjuang melawan Covid-19. Mereka adalah garda terdepan dalam perang melawan virus ini. Mari kita doakan agar tenaga kesehatan diberikan keselamatan dan kesehatan," katanya.

Selanjutnya, Hartopo melaporkan bahwa pada tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Kudus menargetkan Pendapatan Daerah sebesar 2,11 triliun dan tercapai sebesar 2,09 triliun (98,87%). Anggaran tersebut dipergunakan untuk merealisasikan program Pemerintah Kabupaten Kudus baik urusan wajib layanan dasar maupun urusan pilihan. "Target yang berhasil kita capai untuk Pendapatan Daerah sebesar 2,09. Untuk tahun depan, kita berusaha agar capaian bisa 100%. Namun, capaian saat ini perlu kami apresiasi," terangnya.

Sementara itu, untuk program-program andalan Pemerintah Kabupaten Kudus seperti santunan kematian, pelatihan keterampilan kerja, pembiayaan layanan kesehatan bagi warga kurang mampu, dan bedah rumah telah terealisasi dengan baik. Akan tetapi, Hartopo mengatakan, program-program kerakyatan akan terus dipacu agar lebih tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh warga kurang mampu.

"Program-program yang selama ini dicanangkan, telah berjalan dengan baik. Pada tahun mendatang, kita upayakan agar program bagi warga kurang mampu bisa benar-benar dirasakan. Maka, untuk proses pendataan harus teliti dan jangan sampai tebang pilih," tuturnya.