KUDUS- Resmi tunaikan tugas, sebanyak 114 kepala desa terpilih dan 2 penjabat kepala desa dilantik oleh Plt. Bupati Kudus H.M. Hartopo.
Pengambilan sumpah dan pelantikan kepala desa terpilih masa jabatan tahun 2019-2025 dan penjabat kepala desa yang disaksikan pula oleh unsur Forkopimda tersebut dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (17/12). Pihaknya berpesan agar kepala desa amanah mengedepankan kepentingan masyarakat.
Kebutuhan masyarakat harus menjadi fokus utama dalam merencanakan program. Para kepala desa diharapkan dapat menyerap aspirasi masyarakat dengan baik. Oleh karena itu, kades diharapkan dapat bekerja ulet, tekun, amanah, serta dilandasi iman kepada Allah SWT. "Saya harap, para kades bekerja secara ulet, tekun, dan dilandasi iman kepada Allah SWT," pesannya.
H.M. Hartopo meminta para kades berkoordinasi dan berkonsolidasi bersama dengan perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD), dan lembaga kemasyarakatan lainnya harus terus dilakukan. Agar program berjalan maksimal, pihaknya mendorong alokasi dana desa yang baik. Optimalisasi dana desa akan menjadikan program berjalan efektif. Program untuk penyandang disabilitas, penanggulangan stunting, bank sampah, penyuluhan anti narkoba, pembangunan jamban, dan pengembangan potensi khas desa masing-masing harus dimasukkan. "Dana desa harus dialokasikan untuk program bagi masyarakat dengan baik. Beberapa program prioritas pemerintah seperti penanggulangan stunting dan lain-lain juga harus masuk," tuturnya.
Program pembangunan infrastruktur juga harus sejalan dengan potensi desa. Sebagai respon era teknologi, kades harus menganggarkan program untuk teknologi informatika. Dengan semua program tersebut, pihaknya berharap desa semakin maju. "Di era teknologi, sarana prasarana berbasis teknologi perlu dibangun. Saya minta optimalisasi dana desa juga termasuk di bidang teknoligi informatika," ungkapnya.
Untuk itulah, pihaknya mendorong para kades harus segera mempelajari peraturan desa dengan baik. Visi misi kepala desa yang diemban juga harus disesuaikan dengan visi misi bupati agar program dapar terintegrasi. Plt Bupati meminta para kades menjunjung tinggi transparansi dalam menjalankan tugas. Para camat juga diimbau untuk terus berkoordinasi dengan kepala desa di wilayah masing-masing. "Saya minta para camat juga selalu berkoordinasi dengan para kepala desa," jelasnya.