KUDUS - Pada Oktober, inflasi di Kudus mencapai 0,10 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 144,47. Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan inflasi pada September yang berada di angka -0.16 persen. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kasi Statistik Distribusi Wiwik Juniarti di Aula Kantor BPS, Senin (4/10).
Kelompok yang menyumbang andil cukup besar pada inflasi bulan Oktober adalah pada kelompok pendidikan khususnya pada kenaikan biaya perguruan tinggi. "Ada 5 top penyumbang inflasi bulan Oktober, kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga memberikan andil yang cukup besar khususnya pada biaya perguruan tinggi baik swasta maupun negeri yang menyumbang 0.07 persen," ucapnya.
Wiwik memaparkan kelompok bahan makanan penyumbang inflasi adalah bawang merah, daging ayam ras dan cabai merah. Kelompok lain pendukung inflasi pada Agustus adalah naiknya harga / tarif perguruan tinggi dan baju muslim pria. Sementara itu, inflasi Kota Kudus terjadi karena kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,83 persen; kelompok sandang sebesar 0,80 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,18 persen; dan kelompok kesehatan sebesar 0,09 persen.
Pada enam kota Survei Biaya Hidup (SBH) Jawa Tengah, 3 kota di Jawa Tengah mengalami deflasi sedangkan 3 kota lagi mengalami inflasi. Tiga kota yang mengalami inflasi antara lain Kota Kudus mengalami inflasi sebesar 0,10 persen. Kemudian diikuti Kota Tegal sebesar 0,13 persen dengan IHK 133,95; dan Kota Surakarta yang mengalami inflasi terbesar yaitu 0,25 persen dengan IHK 132,16. Lalu, 3 Kota yang mengalami deflasi yaitu Kota Semarang sebesar 0.06 persen dengan IHK 135,70; Kota Cilacap sebesar 0,07 persen dengan IHK 139,83; dan Kota Purwokerto dengan deflasi sebesar 0,08 persen dengan IHK 134,00.