KUDUS - Sabtu malam biasanya digunakan para pemuda untuk nongkrong atau bahkan liburan. Namun, ada yang berbeda di halaman Masjid Nganguk Wali, desa Kramat, kecamatan Kota. Ratusan pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna di Kabupaten Kudus menghabiskan Sabtu (2/11) malam untuk menimba ilmu dan berbagi gagasan. Mereka datang dari seluruh penjuru Kota Kretek untuk ikut rembugan dalam acara Jagongan Warga Karang Taruna.
Antusiasme pemuda dalam acara yang memiliki tema utama Membangun Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, dan Karang Taruna dalam Meningkatkan Pemberdayaan Pemuda di Era Milenial cukup tinggi. Pasalnya, pembicara yang diundang cukup menarik untuk digali gagasannya yakni Plt. Bupati Kudus H.M. Hartopo sebagai Keynote Speaker. Selain H.M. Hartopo, pembicara lainnya yakni Sekretaris Dinas Sosial P3AP2KB Kudus Sutrimo, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Adhi Sadhono, dan perwakilan perusahaan yakni Manager CSR PT. Djarum Purwono Nugroho.
Ketua Panitia Jagongan Warga Karang Taruna Budi Himawan mengaku bersyukur kegiatan tersebut dapat berlangsung di Desa Kramat. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian acara Bulan Bhakti Karang Taruna. Bulan Bhakti Karang Taruna tersebut dalam rangka ulang tahun Karang Taruna yang ke-59. Ia juga berharap acara tersebut dapat bermanfaat bagi para anggota maupun pengurus Karang Taruna di Kabupaten Kudus. "Alhamdulillah kami ditunjuk untuk melaksanakam kegiatan ini. Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat untuk seluruh pengurus maupun anggota Karang Taruna Kabupaten Kudus," ungkapnya.
Sementara itu, H.M. Hartopo menyoroti usia Karang Taruna yang telah mencapai 59 tahun harus dimaknai sebagai kebangkitan Karang Taruna, utamanya Karang Taruna di desa atau kelurahan. Pihaknya juga mengingatkan bahwa anggota Karang Taruna harus siap untuk memberdayakan diri. "Saatnya bangkit, jangan sampai mati suri. Peran aktif Karang Taruna sangat ditunggu oleh masyarakat. Misalnya, Karang Taruna bisa menjadi Event Organizer (EO) untuk acara yang berlangsung di desa atau di kabupaten. Jadi, tidak perlu EO dari luar daerah," jelasnya.
Terkait pemanfaatan anggaran, H.M. Hartopo mengaku bahwa Pemerintah Kabupaten Kudus maupun Pemerintah Desa telah menyiapkan anggaran demi memuluskan kegiatan yang ada di Karang Taruna. Ia mengingatkan, untuk mendapatkan bantuan pendanaan dari Pemerintah Kabupaten, Karang Taruna harus jemput bola, proaktif, dan bersinergi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa ataupun dengan Pemerintah Desa. "Sebenarnya ada anggaran untuk Karang Taruna baik APBD Kudus maupun APBDes. Tinggal keaktifan dan sinergitas Karang Taruna dengan pihak terkait," imbuhnya.
Dalam sesi tanya jawab, Niam selaku pengurus Karang Taruna Kabupaten Bidang Teknologi, mempertanyakan tentang komitmen Pemerintah Kabupaten Kudus terkait pemanfaatan aplikasi atau sistem untuk menjual hasil UMKM Kudus. Menurutnya, market place yang berhubungan langsung dengan UMKM asli belum ada di Indonesia. Pertanyaan tersebut langsung ditanggapi oleh H.M. Hartopo. Menurutnya, pemuda milenial yang tergabung dalam Karang Taruna harus terus semangat dalam berkreasi dan berinovasi. Hal tersebut merupakan kunci di era industri 4.0. Pihaknya juga siap mendukung melalui Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM Kudus ataupun Dinas Perdagangan Kudus. "Pada dasarnya, kita harus siap menghadapi era industri 4.0. Tentu kita ingin merangkul orang-orang yang terus semangat untuk berkreasi dan berinovasi. Melalui dinas terkait nantinya dapat dikoordinasikan untuk membuat satu gagasan baru tentang pemanfaatan teknologi yang dapat membantu UMKM Kudus semakin terkenal," terangnya.