Hartopo : Kejar Cita Sekuat Tenaga

KUDUS - Ribuan pelajar kelas XII SMA/SMK/MA di Kudus mendapat peluang emas kala Expo Perguruan Tinggi kembali digelar. Pasalnya, para pelajar dapat mengakses informasi tentang Perguruan Tinggi favoritnya secara rinci. Tak hanya itu, wawasan tentang studi lanjut juga dapat dijelajahi oleh para pelajar.

Pameran yang diprakarsai oleh Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Kudus berlangsung di Gedung Jam'iyyatul Hujjaj Kudus (JHK), Selasa (14/1) pagi. Sebanyak 77 kampus negeri dan swasta meramaikan acara tersebut. Mereka tersebar mulai dari Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Bahkan, kampus dari DKI Jakarta juga turut melebarkan sayapnya di pameran tersebut.

Koordinator pameran Saiful Bahri menuturkan, Expo Perguruan Tinggi merupakan bentuk kepedulian dan perhatian dari MGBK Kudus terhadap pelajar di Kudus. Utamanya, dalam hal eksplorasi karier sehingga pelajar dapat memilih jurusan sesuai bakat dan minat. Selain itu, informasi tentang jalannya dunia kampus juga diberikan secara gamblang.

“Kami peruntukkan bagi siswa XII SMA/SMK/MA se-Kabupaten Kudus. Harapannya,  mereka mendapatkan informasi dan pencerahan tentang perguruan tinggi yang sesuai bakat, minat dan cita-cita mereka. Mungkin di bidang perguruan, teknik, kesehatan dan lain-lain,” ungkapnya.

Disela-sela pembukaan Expo Perguruan Tinggi, Plt. Bupati Kudus Hartopo berpesan kepada pelajar agar terus mengejar cita-cita dengan sekuat tenaga. Memang, dalam perjalanan menggapai cita-cita terkadang harus menghadapi tantangan yang muskil. Akan tetapi, kemuskilan harus dilawan dengan pantang menyerah dan melangitkan doa kepada Tuhan. Bahkan, kreativitas dan inovasi acap kali mengemuka disaat tantangan itu datang.

"(Mengejar cita-cita) Niatnya harus kuat. Tangguh. Jangan mudah menyerah. Perjalanan menuju sukses harus ditempuh lewat jalan terjal. Tapi, jalan terjal itu akan mengasah kita. Justru, kadang kita lebih kreatif dan inovatif ketika merasa tertekan. Biasanya, disiitulah kita dapat solusi yang baik," jelasnya.


 


Ia juga mencoba memutar balik waktu. Semasa kecil, Hartopo punya semangat tinggi dalam mengejar ilmu. Meski sempat dilanda kenyataan putus sekolah akibat ketiadaan biaya. Namun, tekad kuat untuk meraih masa depan yang cerah selalu terpatri dalam tiap langkah perjuangan. Tak lupa, ia selalu melangitkan doa.

"Yang penting usaha keras itu tidak akan mengkhianati hasil. Dan, yang lebih utama jangan lupa kita punya Allah Tuhan YME. Jadi, selalu berdoa untuk kesuksesan di masa mendatang," katanya.

Usai memberikan sambutan, Hartopo memukul gong tanda dimulai pameran. Setelahnya, ia mengunjungi stand-stand universitas yang berada di dalam gedung JHK Kudus. Dalam kesempatan tersebut, Hartopo juga berbincang dengan peserta pameran dengan sangat akrab.