TP PKK Berdayakan Kader Untuk Membuat Masker Kain

 

KUDUS - Menghadapi suasana wabah Covid-19, pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Kudus telah menganjurkan masyarakat untuk lebih banyak beraktivitas di dalam rumah. Pembatasan interaksi tersebut untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Begitu pula kegiatan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kudus yang diminta tidak bertatap muka. Dalam rapat video conference bersama Ketua PKK Provinsi Jawa Tengah Siti Atikoh Ganjar Pranowo di Command Center Diskominfo Kudus pada Selasa (7/4), Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Kudus Mawar Hartopo memyampaikan kader PKK telah diminta untuk membuat masker kain.

Ide tersebut dicetuskan untuk membantu mencegah penularan Covid-19 yang masif. Pembuatan masker dapat ikut membantu mengatasi kekurangan masker yang berfungsi untuk menangkal Virus Corona. Selain itu, pembuatan masker membantu meningkatkan produktifitas kader saat di rumah. "Kami mengajak kader untuk aktif membuat masker kain. Selain mengisi aktivitas di rumah juga bermanfaat untuk mencegah penyebaran Virus Corona ketika beraktivitas di luar rumah," ucapnya.

Selain pelatihan membuat masker, pihaknya juga mengajak ibu-ibu untuk membuat hand sanitizer dengan bahan alami. Ajakan tersebut disampaikan Mawar Hartopo linier dari tingkat kecamatan hingga desa. Pembuatan hand sanitizer alami juga dilakukan menghadapi kelangkaan alkohol dan hand sanitizer siap pakai yang dijual di pasaran. Begitu juga imbauan untuk menanam tanaman obat keluarga (toga) di pekarangan rumah. Khasiat alami dari toga dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh. "Kami juga mengajak kader untuk membuat hand sanitizer alami dan menanam toga di pekarangan sebagai upaya pencegahan Covid-19 di rumah," ungkapnya.

Sementara itu, Pokja 3 TP PKK Kabupaten Kudus juga mengembangkan budidaya lele dalam ember. Mawar Hartopo menggandeng Dinas Pertanian dan Pangan untuk menyediakan bibit lele dan pihak ketiga menyediakan ember media budidaya. Untuk Pokja 4, program TP PKK Kabupaten Kudus gencar mempublikasikan terkait Covid-19 baik media cetak dan elektronik. Pihaknya juga mendukung Satgas Pencegahan Covid-19 dengan menyumbang masker dan penyedjaan wastafel portable. Mawar Hartopo mengajak pengusaha konveksi untuk ikut membuat masker dan mendistribusikannya dengan harga yang murah. "Kami telah merancang berbagai program untuk membantu meminimalisir Covid-19 di Kabupaten Kudus," imbuhnya.

Seperti yang diungkapkan Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Siti Atikoh Ganjar Pranowo bahwa pihaknya mengajak para kader untuk tidak mengadakan kegiatan bertatap muka secara langsung. Kegiatan tetap bisa dilaksanakan secara daring untuk mendukung gerakan jaga jarak dan di rumah saja demi menangkal Covid-19. Pihaknya juga menyebut cara menangkal Virus Corona dengan cara COVID yakni Cuci Tangan dengan sabun, Olahraga dengan intensitas rendah hingga sedang, Vitamin E dan C serta gizi seimbang, Imunitas harus selalu dijaga, dan Doa agar wabah cepat hilang. "Ingat ya ibu-ibu, jangan aktivitas tatap muka dulu. Kegiatan bisa dimodifikasi dengan membuat masker kain di rumah masing-masing," tegasnya.

Pihaknya juga mengajak agar kader TP PKK peduli lingkungan dengan membantu menyediakan masker, APD, atau bantuan langsung kepada pekerja yang masih harus bekerja di lapangan seperti tukang parkir dan masyarakat yang terdampak langsung seperti buruh yang digaju harian. Atikoh menilai mereka yang langsung terdampak pasti menderita karena sementara waktu tidak mempunyai penghasilan. Kader dapat mengajak Karang Taruna dan Pramuka bekerjasama menyalurkan bantuan untuk meminimalisir kader yang usianya sudah tua tak tertular Covid-19. "Kalau bisa ajak anak muda untuk menyalurkan bantuan karena kesehatan kader terutama yang tua menjadi prioritas nomor satu," ujarnya.


Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga sempat menyapa ibu-ibu TP PKK Kabupaten/Kota se-Jateng untuk mengaktifkan kembali jimpitan dan dasawisma. Pihaknya juga mengimbau agar ibu-ibu mengajak pedagang pasar yang bermukim di daerahnya untuk menjual produknya di rumah saja. "Yuk mari kita aktifkan lagi dasawisma dengan menggandeng Pak RT dan Bu RT. Kalau ada yang batuk dan sakit tenggorokan bisa diisolasi dulu. Sementara juga pedagang pasar dapat menjual di rumah atau di tempat dekat rumah untuk mengurangi aktivitas di keramaian," pesannya.