Kudus - Demi mengoptimalkan tingkat pelayanan masyarakat ditengah pandemi wabah Covid-19 ini, Plt Bupati Kudus HM Hartopo melakukan pembinaan kepada seluruh tenaga medis dari UPT Puskesmas se-Kab.Kudus dan Labkesda.
Bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Hari ini (07/04) HM Hartopo didampingi kepala DKK, Asisten pemerintah dan Jubir gugus tugas pencegahan dan penanggulangan covid-19 mengingatkan kepada tim medis agar tetap mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.
"Semoga kita bisa berguna dan dapat memberi manfaat dalam kondisi seperti ini dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19. Sebagai leader, pelopor, dan garda terdepan dalam penanganan covid-19 jangan dijadikan alasan untuk kita takut terhadap pandemi yang sedang terjadi saat ini" ujarnya.
Dirinya juga berharap kepada para Kepala medis di masing-masing UPT Puskesmas dapat menjadi panutan bagi bawahanya untuk sigap terhadap pelayanan sehingga tidak mengecewakan masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.
"Banyak sekali saya mendapat keluhan dari masyarakat tentang pelayanan yang tidak maksimal dari paramedis dipusat layanan kesehatan utamanya puskesmas, untuk itu saya tekankan bahwa pelayanan kesehatan untuk masyarakat harus ditingkatkan tanpa banyak alasan", tegasnya.
"Jika dilain hari saya masih menemukan ada keluhan warga mengenai pelayanan kesehatan yang tidak maksimal, maka akan menjadi catatan tersendiri bagi saya untuk bahan evaluasi nantinya" imbuhnya.
Hartopo juga mengimbau untuk APD yang sudah ada tolong dimaksimalkan penggunaanya, mengingat saat ini kita perang dengan musuh yang tak kasat mata, yaitu perang melawan pandemik Corona.
Disisinlain, Djoko Dwi Putranto Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus mengatakan dalam pembahasan pencegahan penanganan dan pengendalian covid-19 di Kudus, pusat pelayanan kesehatan utamanya puskesmas diharap dapat lebih meningkatkan pelayanan karena masih banyak keluhan dari masyarakat.
"Saya berharap tingkat pelayanan baik sebelum pandemi dan saat pandemi seperti tidak menurunkan tingkat kinerja para tenaga medis semua, saat ada warga yang datang dengan kondisi sakit tanpa membedakan status sosial diharapkan mendapat pelayanan yang sama sesuai SOP yang ada", jelasnya.
"Bangunlah komunikasi yang baik dengan desa dan kecamatan dalam sebuah grup misalnya untuk koordinasi", pungkasnya.