KUDUS - Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus menyelenggarakan acara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan untuk 3 Ketua TP PKK Kecamatan. Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Kudus Hj. Mawar Hartopo melantik Indah Maulida Mohammad Fitriyanto sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Mejobo, Amalia Harso Widodo sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Kaliwungu, dan Sri Lestari Agung Eko Raharjo sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Kota Kudus.
Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, prosesi pelantikan berlangsung di Pendopo Belakang Kabupaten Kudus, Selasa (7/7). Pelantikan dan serah terima jabatan disaksikan lansung oleh ketiga Camat sebagai pembina TP PKK Kecamatan beserta anggota TP PKK Kabupaten. Pelantikan diakhiri dengan penyerahan buku memori atau catatan kegiatan oleh Ketua TP PKK Kecamatan lama kepada Ketua TP PKK Kecamatan baru untuk diserahkan kepada Camat dan Ketua TP PKK Kabupaten.
Usai melantik, Mawar Hartopo menyampaikan apresiasi kepada Ketua TP PKK Kecamatan lama atas darma bakti yang telah diberikan serta mengucapkan selamat kepada para Ketua TP PKK Kecamatan yang baru saja dilantik. Dirinya mengajak Ketua TP PKK Kecamatan yang baru untuk segera bersinergi dengan TP PKK Kabupaten dalam melaksanakan program-program PKK.
"Yang baru dilantik maupun yang lama, saya selaku pribadi dan Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten mengucapkan selamat dan terima kasih. Semoga ke depan PKK Kecamatan lebih maju dan dapat berkontibusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masing-masing kecamatan," tuturnya.
Lebih lanjut, Mawar Hartopo mengimbau Ketua TP PKK Kecamatan agar segera menjalankan program PKK yang berkaitan dengan pengentasan stunting, pencegahan demam berdarah, dan penanggulangan Covid-19. Di tengah keterbatasan akibat pandemi, TP PKK Kecamatan diharapkan tetap melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui media komunikasi online. Pihaknya juga ingin adanya inovasi-inovasi dari anggota PKK dalam penanggulangan Covid-19 demi mendukung persiapan New Normal.
"Ke depannya, isu-isu (kesehatan) yang ada di masyarakat harus tetap diperhatikan, karena PR kita masih panjang. Jangan pernah bosan melakukan sosialisasi tentang stunting dan demam berdarah, disamping itu kita sedang konsen ke (penanggulangan) Covid-19. Untuk inovasi-inovasi kegiatan PKK selama pandemi tetap dilakukan dan dikembangkan lagi," pungkasnya.