KMD XVI Kwarcab Kudus, Mawar Anggraeni : Sebagai Modal Menjadi Pembina Profesional

KUDUS - Kwartir Cabang (Kwarcab) Kudus kembali menggelar kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) XVI. Kegiatan merupakan implementasi pendidikan kepramukaan guna mencetak pembina yang handal dan profesional. Bertempat di Aula Gedung Perpustakaan IAIN Kudus, Selasa (3/3), Ketua Kwarcab Kudus, Mawar Anggraeni membuka kegiatan yang diikuti dua ratus peserta.

 

Dalam sambutannya, Mawar Anggraeni mengatakan bahwa KMD adalah sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan dan keterampilan kepramukaan. Hal ini akan menjadi modal penting bagi mahasiswa yang merupakan calon guru sekolah dasar atau madrasah. Maka untuk enam hari ke depan, 3-8 Januari, peserta akan mendapat pelatihan langsung dari tim Kwarcab Kudus. 

 

"Enam hari ke depan akan mengikuti kursus baik di ruangan maupun di lapangan, sebagai modal menjadi pembina handal dan profesional. Tim Kwarcab Kudus akan memberikan semua ilmu dan keterampilannya," ujarnya. 

 

Mawar Anggraeni berpesan kepada peserta supaya mengikuti KMD bukan sekedar formalitas belaka. Namun, kegiatan ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin guna meningkatkan kedisiplinan anggota pramuka. Karena menjadi calon guru berarti siap menjadi teladan bagi siswa nantinya. 

 

"Proses menjadi guru adalah sesuatu yang mulia, kalian akan ditatar di KMD bukan formalitas. Tanamkan disiplin mulai sekarang, karena menjadi guru punya tanggung jawab yang besar," katanya. 

 

Apresiasi tidak lupa disampaikan kepada seluruh jajaran Kwarcab Kudus dan IAIN Kudus atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Mengawali kegiatan kepramukaan tahun ini, Mawar Anggraeni berharap sinergi yang telah terbangun dapat semakin kuat demi memajukan gerakan Pramuka di Kabupaten Kudus. 

 

"Apresiasi untuk kakak-kakak di sini atas darma baktinya dan kekompakan selama ini, dan terima kasih atas dukungan IAIN Kudus," katanya.

 

Wakil Rektor III IAIN Kudus, Kisbiyanto mengatakan bahwa KMD adalah bagian dari pembekalan mahasiswa yang menempuh pendidikan guru. Ia berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk mengikuti kegiatan dengan maksimal, sehingga seluruh peserta mampu lulus kursus menjadi pembina Pramuka yang handal. 

 

"Semoga semua lulus mencapai nilai yang memuaskan, karena Pramuka ini adalah modal yang sangat penting untuk calon guru," pesannya. 

 

Salah seorang peserta, Noviana mahasiswa semester lima pendidikan guru nampak antusias mengikuti pembinaan enam hari ke depan. Ia yang bercita-cita menjadi guru atau dosen ini, ingin meningkatkan kemampuan mengajar melalui kegiatan kepramukaan. Sehingga nantinya kemampuan yang ia asah dapat menjadi ilmu yang diturunkan kepada anak didik. (*)