KUDUS - Intensitas hujan deras di Kabupaten Kudus beberapa hari lalu menyebabkan bencana banjir di beberapa wilayah. Diantaranya adalah Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati dan Desa Gulang, Kecamatan Mejobo. Akibat bencana tersebut, sebagian warga yang terdampak memilih untuk mengungsi. Mendengar kabar ini, Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Mawar Hartopo menjenguk para pengungsi yang masih bertahan di Posko Pengungsian Jati Wetan dan Gulang, Senin (2/1).
Rasa simpati disampaikan Mawar Hartopo kepada para pengungsi, yang tidak sedikit diantaranya adalah anak-anak dan lansia. Dirinya memohon ketabahan para korban banjir agar sabar dalam menghadapi cobaan ini.
"Sabar ya, semua ini cobaan. Saya pastikan semua yang ada disini terpenuhi kebutuhan sehari-harinya. Ada dapur umum yang siap sedia," ujarnya kepada salah satu pengungsi.
Dirinya juga berpesan agar para pengungsi dapat selalu menjaga kesehatan diri. Apabila merasa kurang sehat, ia meminta untuk tidak ragu untuk berkonsultasi ke tenaga kesehatan yang bertugas di lokasi pengungsian.
"Hari kedua pasca hujan lebat, di sini alhamdulillah sehat semua yang ada disini, ada bayi dan balita. Sudah terkondisikan oleh tim di sini, luar biasa sehat selalu," katanya.
Selanjutnya, Mawar Hartopo turut mendoakan semoga air banjir segera surut dan para pengungsi bisa kembali ke rumah masing-masing. Meski demikian ia meminta masyarakat supaya tetap waspada selama musim hujan ini.
"Harapannya semoga cepat surut sehingga mereka bisa kembali ke rumah masing-masing, tapi harus selalu waspada dan menjaga kesehatan itu penting," pesannya.
Setelah menjenguk para pengungsi, Mawar Hartopo sempat bercengkrama dengan anak-anak dan balita. Untuk menghibur mereka, dirinya membagikan makanan tambahan berupa susu dan roti.
Mbah Waginah (70) seorang warga Desa Gulang mengaku sudah dua hari terpaksa mengungsi akibat rumahnya tergenang air setinggi lutut orang dewasa. Ia beserta anak dan cucunya mengungsi di Posko Pengungsian Desa Gulang bersama 107 pengungsi lainnya. Selama di pengungsian, kebutuhan makan telah disediakan oleh dapur umum.
"Dua hari di sini alhamdulillah sehat, kalau makan sarapan dikasih dari sini ada dapurnya. Inginnya ya air (banjir) berkurang, bisa pulang ke rumah," katanya. (*)