KUDUS - Desa Ternadi menyimpan banyak potensi wisata. Pengembangan wisata yang optimal dari pemerintah daerah akan menarik wisatawan lokal maupun luar daerah. Harapan tersebut disampaikan Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Kudus H.M. Hartopo kala menerima audiensi dari Pemerintah Desa Ternadi di Peringgitan Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (6/7).
H.M. Hartopo menyampaikan tempat wisata Gardu Pandang di Ternadi dapat menjadi ikon desa. Selain memiliki pemandangan yang bagus, pemdes juga dapat mendirikan stan dengan memperkenalkan kuliner khas Ternadi. Namun, masih belum memiliki akses parkir yang memadai. Oleh karena itu, pemdes diminta selalu berkoordinasi dengan dinas dan memaksimalkan penggunaan dana desa. Selain itu, pihaknya menyampaikan agar ojek yang berada di tempat wisata dibatasi. Begitu pula jalan setapak menuju tempat wisata perlu diperbaiki
"Gardu Pandang itu bagus, bisa menjadi ikon wisata Ternadi. Tapi akses parkirnya belum memadai dan jalan setapaknya juga perlu diperbaiki. Mohon dana desa dimaksimalkan dan koordinasi dengan dinas terkait," ucapnya.
Didampingi beberapa dinas terkait, H.M. Hartopo juga menitipkan pengembangan fasilitas wisata untuk memaksimalkan potensi Kabupaten Kudus. Salah satunya mematenkan beberapa merek Kopi Muria untuk memperkaya kuliner Kabupaten Kudus. Pihaknya meminta agar Kopi Muria tidak dijual sebagai bahan mentah. Plt. Bupati juga menuturkan agar proyek 5000 tenaga surya diprioritaskan. Selain itu, akses jalan menuju wisata yang masih belum baik segera direnovasi.
"Mohon agar jalan menuju obyek wisata yang belum baik untuk segera direnovasi. Begitu pula produk Kopi Muria yang belum dipatenkan harus segera dipatenkan," tuturnya.
Sementara itu, Penanggung jawab (Pj) Desa Ternadi Kahono menuturkan siap untuk merenovasi obyek wisata Desa Ternadi. Selanjutnya, pihaknya meminta agar Plt. Bupati menindaklanjuti permintaan penerangan sollar sell/ panel surya ke lokasi sekitar makam Kaliyetno. Pasalnya, lokasi tersebut merupakan salah satu lokasi menuju tempat camping dan tempat ziarah.
"Kami meminta alat penerangan ke area makam segera dipenuhi, nggih Pak. Biasanya lokasi tersebut diakses anak-anak untuk ke lokasi camping. Jalan menuju makam juga gelap sehingga membatasi pandangan para peziarah yang datang pada malam hari," ungkapnya.