Harlah TBS Kudus, Bupati Hartopo Apresiasi Pengembangan Pendidikan Islam Dalam Kemajuan Teknologi

KUDUS - Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-97 Madrasah TBS pada puncaknya dilaksanakan dengan selawat bersama Habib Ali Zainal Abidin Assegaf. Acara yang berlangsung di SMA TBS Keramat, Rabu (25/1) malam, dihadiri oleh Bupati Kudus, Hartopo bersama Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Mawar Hartopo dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

 

Usia ke 97 tahun termasuk perjalanan yang panjang bagi sebuah lembaga pendidikan. Menurut Bupati Hartopo, dirinya melihat kematangan yang ditunjukkan madrasah TBS dalam pengembangan di dunia pendidikan. 

 

"Selamat kepada TBS pada malam hari ini harlah 97, usia yang sangat panjang menuju satu abad, usia yang sangat matang dalam mengambangkan dunia pendidikan," ujarnya. 

 

Dirinya mengaku bangga dengan program-program unggulan yang ditawarkan madrasah TBS. Sehingga TBS kini tidak hanya diminati oleh siswa asal Kabupaten Kudus saja, namun juga luar daerah.

 

"Program-program unggulan yang tentunya saat ini banyak peminat bukan hanya dari Kabupaten Kudus, tapi skala nasional," kata Hartopo.

 

Hartopo menyebut bahwa kemajuan TBS tak luput dari upaya pengembangan pendidikan sesuai kemajuan teknologi. Dimana selain terkenal dengan pendidikan Islamnya, juga terdapat pendidikan teknologi lewat multimedia.

 

"Dan yang terbaru dengan kemajuan teknologi ada multimedia. Siswa bisa diajari membuat konten-konten yang berisi tausiyah yang intinya untuk mengedukasi masyarakat," jelasnya.

 

Menutup sambutan, Hartopo berharap selawat yang dikumandangkan mampu menjaga iklim kondusif di Kabupaten Kudus. Dirinya pun memohon doa dari para kiai dan habaib untuk Kabupaten Kudus yang aman dan sejahtera.

 

"Berkat seringnya ada pengajian, selawat yang dikumandangkan, alhamdulilah suasana kondusif bisa dirasakan. Selalu memohon doa kiai dan habaib untuk Kudus aman, nyaman dan rakyatnya sejahtera," tuturnya.

 

Wakil Gubernur, Taj Yasin Maimoen, juga turut berpesan supaya pada usia TBS yang ke 97 tahun ini mampu berperan dalam mengembangkan pendidikan di Kabupaten Kudus. Suatu pendidikan yang tidak hanya berisi ilmu dunia, namun juga mengedepankan ilmu akhirat. 

 

"Kulo remen, bangga di Kabupaten Kudus wonten madrasah ingkang selalu berkembang memperhatikan pendidikan dan membimbing, tidak hanya ilmu dunia namun paham ilmu akhirat," pesannya. (*)