BANYUWANGI - Guna menambah wawasan dan pengetahuan dalam bidang pelayanan informasi publik , Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kudus melakukan studi tiru. Tak tanggung, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kabupaten Banyuwangi pun disambangi. Kepala Dinas Kominfo Kudus Kholid Seif memimpin rombongan dan tiba di Kantor Dinas Kominfosandi Banyuwangi, Kamis (12/12) pagi.
Kepala Dinas Kominfo Kudus Kholid Seif mengungkapkan, kedatangannya ke Banyuwangi merupakan rangkaian studi komparasi rombongan Plt. Bupati Kudus yang akan berlangsung pada Jumat (13/12). Namun, Dinas Kominfo Kudus mendahului tiba di Bumi Blambangan guna belajar banyak dari Dinas Kominfosandi Banyuwangi. Ia berujar kondisi infrastruktur teknologi informasi (TI) di Kudus masih sangat membutuhkan peningkatan kualitas. Oeh karena itu, diperlukan inovasi dan terobosan agar pelayanan informasi publik dapat berjalan dengan baik. Kabupaten yang memiliki inovasi terbaik di tingkat nasional adalah Banyuwangi, maka belajar dan berbagi dengan Dinas Kominfosandi Banyuwangi adalah sebuah hal yang tepat.
"Kedatangan kami ke Dinas Kominfosandi Banyuwangi tidak lain adalah untuk 'ngangsu kawruh'. Ini semata-mata bahwa kami juga ingin pelayanan informasi publik di Kudus semakin maju. Tentu, adanya studi tiru ini nantinya diharapkan hal-hal baik yang telah terlaksana di Banyuwangi dapat diterapkan di Kudus," terangnya.
Kholid Seif juga merasa senang Dinas Kominfosandi Banyuwangi menularkan ilmunya kepada Dinas Kominfo Kudus. Pihaknya sangat mengapresiasi keterbukaan dan sambutan hangat yang diterima oleh rombongan. Tak hanya itu, Dinas Kominfosandi Banyuwangi juga memberikan kiat-kiat agar infrastruktur teknologi informasi dapat berjalan baik meski banyak rintangan terjal yang menghambat. "Saya kira ini adalah pelajaran yang baik bahwa untuk bisa maju adalah dengan semangat kebersamaan dan keterbukaan," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfosandi Banyuwangi, Budi Santoso mengaku gembira mendapat tamu dari Kota Kretek. Ia pun tak segan mengapresiasi dan juga memebrikan gambaran secara menyeluruh tentang kondisi pelayanan informasi publik di Banyuwangi. Ia juga menggarisbawahi bahwa Dinas Kominfosandi siap mengadopsi inovasi yang ada di Kudus. "Sebuah kehormatan kami didatangi jauh-jauh dari Kudus. Intinya kami siap untuk mengadopsi dan bekerja sama jika terdapat hal positif yang ada di Kudus," ujarnya.
Sebagai informasi, kabupaten Banyuwangi terkenal dengan inovasi Smart Kampung. Dijelaskan oleh Budi Santoso, Smart City sudah biasa dan mudah untuk dilaksanakan. Namun, Smart Kampung hanya ada di Banyuwangi dan hal tersebut tak terlepas dari komitmen Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Bupati Banyuwangi ingin semua desa dan kelurahan terkoneksi dan dapat dipantau. Akhirnya, berkat usaha keras dan penuh tantangan, saat ini, sebanyak 189 desa dan 28 kelurahan di Banyuwangi telah dilengkapi fasilitas Fiber Optic (FO). Hal tersebut merupakan alat untuk mempermudah penggunaan jaringan terintegrasi yang bernama e-Village Budgeting. "Semua berawal dari komitmen pimpinan dan yang lebih penting pimpinan memacu kita untuk terus mengejar target sebagai upaya melayani kebutuhan masyarakat," imbuhnya.
Pada kesempatan kunjungan di kantor Dinas Kominfosandi Banyuwangi, Bidang Informatika Dinas Kominfo Kudus juga memantau jalannya pemanfaatan teknologi seperti data center dan lainnya. Setelah kunjungan di kantor, rombongan diarahkan menuju Smart Kampung desa Kampunganyar. Rombongan juga diterima oleh Kepala Desa Kampung Anyar.