KUDUS - Berbagai kekurangan pada program kerja 2021 perlu dievaluasi untuk peningkatan pada 2022 mendatang. Hal tersebut diungkapkan Bupati Kudus Hartopo saat memimpin rapat pimpinan evaluasi Kegiatan Tahun Anggaran 2021 dan Persiapan Kegiatan Tahun Anggaran 2022 di ruang rapat lantai 4 Gedung Setda, Jum'at (17/12). Pihaknya pun meminta agar jajaran bersiap untuk penanganan Covid-19 pada libur Natal dan tahun baru (nataru).
Merujuk Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri), Hartopo meminta agar pengetatan dan pengawasan dilakukan di tempat wisata. Apabila pengunjung yang datang terus meningkat, pihaknya akan menutup tempat wisata. Sehingga tidak ada kerumunan yang menjadi potensi klaster baru Covid-19. Seperti yang diketahui, terdapat varian Omicron pada Covid-19 yang telah masuk Indonesia. Pihaknya pun meminta agar Dishub Kudus melakukan pengawasan bus dari luar kota. Terkait pemudik luar kota, Hartopo meminta para camat berkoordinasi dengan ketua RT untuk melakukan skiring pada pemudik dari luar kota.
"Pengetatan dan pengawasan perlu dilakukan di tempat wisata agar tak ada kerumunan yang memicu penularan Covid-19. Pengawasan juga akan dilakukan untuk pemudik dari luar kota. Jangan sampai kecolongan sehingga kasus Covid-19 melonjak," paparnya.
Selain itu, Hartopo pun meminta para camat siaga potensi bencana pada akhir tahun hingga awal tahun. Pasalnya, terjadi peningkatan curah hujan pada waktu belakangan ini. Penyediaan dapur umum, logistik, dan posko pengungsian harus segera dilakukan. Terutama di wilayah yang termasuk rawan bencana.
"Waspada musim hujan, mohon camat segera mempersiapkan logistik, dapur umum, dan posko pengungsian," tegasnya.
Pihaknya juga mengimbau agar vaksinasi lansia terus digenjot. Sehingga, target 60 persen bisa dicapai sebelum akhir tahun. Hartopo meminta masing-masing wilayah melaporkan kendala yang dihadapi dalam vaksinasi lansia sehingga Pemerintah Kabupaten Kudus bisa membantu.
"Tolong dilaporkan kendalanya apa saja. Jadi kami bisa membantu sehingga target vaksinasi lansia segera tercapai," paparnya.
Hartopo pun mengajak ASN untuk meningkatkan kedisiplinan dan kinerja. Pihaknya pun mengingatkan agar keterlambatan seperti yang terjadi pada Perubahan APBD 2021 tidak terulang kembali.
"Mohon kepada seluruh ASN untuk lebih meningkatkan kedisiplinan. Sehingga dapat melayani masyarakat secara optimal," pungkasnya. (*)