Ajak Pelajar Periksa Fakta Sebelum Sebar Berita

KUDUS - Berita bohong (hoax) merupakan salah satu masalah di era globalisasi yang sulit diberantas. Selain pelakunya susah dilacak, biasanya hoax mudah sekali menyebar. Hanya dengan bumbu kalimat provokasi, berita langsung disebar dan ditelan mentah-mentah oleh masyarakat yang menerimanya. Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto mengajak generasi muda untuk memeriksa fakta sebelum menyebarkan berita. Hal itu disampaikan saat dialog interaktif bijak dalam penggunaan media sosial dan antisipasi penyebaran hoax di SMK PGRI 1 Mejobo Kudus, Selasa (15/10).


Dalam dialog kerjasama dengan Polres Kudus dan Dinas Kominfo Kudus tersebut, AKP Rismanto menjelaskan penyebaran hoax yang menimbulkan kericuhan banyak pihak. Contoh hoax yang berdampak besar seperti peristiwa rusuh di Wamena yang berawal dari berita bohong. Penggunaan media sosial yang masif seperti sekarang menjadi pemicu ujaran kebohongan cepat menyebar. "Masyarakat dari mulai muda hingga tua terhubung dengan internet. Informasi dari segala tempat dapat tersebar dalam hitungan detik. Begitu pula berita hoax yang mudah sekali menyebar," ucapnya.

AKP Rismanto mengimbau agar para siswa SMK PGRI 1 Mejobo Kudus mengecek dahulu berita yang didapat. Apalagi, untuk berita-berita yang provokatif, tak memiliki sumber yang jelas, dan bersifat menjatuhkan satu pihak. Para siswa diajak berperan aktif dalam melawan hoax dengan tak menyebarkan dan melaporkan ujaran kebencian. "Hoax biasanya mempunyai ciri-ciri provokatif, tidak mencantumkan sumber, dan diakhir kalimat menyertakan permintaan menyebarkan ke semua orang. Kalian dapat melaporkan berita seperti itu di media sosial," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komimfo Kudus Kholid Seif juga meminta para siswa menyaring berita yang didapat sebelum disebarkan. Jika informasinya belum jelas, pihaknya mendorong para siswa mencari tahu terlebih dahulu kepada orang yang menyebarkan atau portal resmi. Hal tersebut juga menjadi tugas Dinas Kominfo untuk menyebarkan berita resmi dan tidak mengandung hoax. "Jangan sampai setelah mendapat berita langsung disebarkan tanpa disaring kebenarannya, sangat berbahaya. Kami sebagai Dinas Kominfo terus berkomitmen menyebarkan berita yang benar," ucapnya.


Kholid menambahkan penampilan Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Teater Kuncup Mekar akan menginformasikan imbauan pemerintah melalui aksi panggungnya. Pihaknya berharap acara tersebut dapat membekali para siswa untuk lebih bijak dalam menerima berita. "Teater Kuncup Mekar yang telah melanglang buana juga tampil untuk menghibur sekaligus memberikan informasi tentang bahaya hoax. Semoga setelah acara ini anak-anak menjadi lebih aktif melawan hoax," imbuhnya.


Kegiatan positif tersebut didukung oleh Kepala SMK PGRI 1 Mejobo Joko Waluyo. Pihaknya menyampaikan agar para siswa fokus dengan penjelasan yang disampaikan. Harapan agar para siswa menjadi agen anti hoax juga disematkan Joko Waluyo. "Anak-anak semua, tolong penjelasan dari Kasat Reskrim diperhatikan dengan baik. Semoga setelah acara ini semuanya menjadi lebih bijak bermedia sosial," harapnya.