KUDUS - Selama ini, politik dinilai kotor dan kejam. Padahal menurut Bupati Kudus Hartopo, politik memiliki tujuan mulia dan baik, yakni meraih kekuasaan untuk melayani masyarakat sebaik-baiknya. Hal tersebut diungkapkannya dalam pembinaan politik organisasi wanita yang diselenggarakan di ruang rapat lantai IV Gedung Setda pada Selasa (28/12).
Bukan untuk kepentingan pribadi dan keluarga, praktik politik yang baik ditujukan untuk kepentingan masyarakat. Politik justru merupakan bentuk sinergitas antara pemerintah bersama rakyat. Berpegang pada hal tersebut, Hartopo terus menjalankan tugas sebagai Bupati Kudus dengan tujuan melayani masyarakat.
"Saya juga, saya berpegang teguh bahwa semua kebijakan untuk kepentingan masyarakat," tegasnya.
Hartopo menjelaskan praktik demokrasi dalam sistem pemerintahan Indonesia menunjukkan politik tak melulu tentang penguasa. Dalam demokrasi, justru masyarakat memiliki kuasa untuk berekspresi, menyampaikan pendapat, dan aspirasi. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat terutama perempuan berperan aktif dalam berpolitik.
"Kita merdeka dan tidak dikekang dalam menyampaikan pendapat. Silakan untuk berpartisipasi. Masyarakat semua juga bisa nyaleg, menjadi calon gubernur dan lainnya," jelasnya.
Dalam kesempatan ini, pihaknya meminta peserta menjadi pelopor untuk mengubah mindset masyarakat sekaligus berperan aktif dalam berpolitik. Kehadiran Ketua Bawaslu Kudus, dan Ketua KPU Kudus juga diharapkan memberi banyak pengertian terkait partisipasi politik masyarakat Kudus. Ke depan, Hartopo meminta KPU dan Bawaslu memastikan pilkada dan pemilu di Kudus bersih tanpa money politic.
"Money politic itu nggak boleh. Kalau ada oknum melakukan money politic langsung ditindak, Pak, Bu," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesbangpol Kabupaten Kudus Harso Widodo menyampaikan pembinaan berjumlah 50 peserta terdiri dari anggota TP PKK, Persit, Bhayangkari, maupun PD Aisyiyah. Ketua Bawaslu Kudus, Ketua KPU Kudus, dan Rektor IAIN hadir sebagai pembicara. Acara dilaksanakan guna meningkatkan pemahaman peserta terkait arti penting politik dan memahami politik dalam bingkai politik demokrasi.
"Diharapkan pembinaan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat terutama perempuan dalam pemilu," pungkasnya. (*)