KUDUS - Perbaikan tanggul yang jebol akibat tergerus derasnya aliran sungai Gelis beberapa waktu lalu di Dukuh Goleng Desa Pasuruhan Lor Kecamatan Jati telah mendapatkan penanganan awal berupa penancapan "trucuk" (Pagar bambu) yang diisi karung pasir dari pihak BBWS yang bekerjasama dengan Dinas PUPR serta Institusi terkait.
Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Kudus H.M. Hartopo bersama Dandim 0722/Kudus, Kapolres Kudus, Plt. Kadinas PUPR Arief Budi Siswanto, Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Budi Waluyo, dan Camat Jati berkesempatan meninjau perbaikan tanggul yang jebol tersebut, Senin (04/1).
"Kita ada target untuk perbaikan penanggulan dari pihak BBWS yang bekerjasama dengan PUPR, dan unsur terkait. Kemarin karena kondisinya masih terjadi gerusan yang cukup dalam sehingga perlu didatangkan long arm (excavator) lagi untuk membantu menata penancapan bambu. Kemarin hasilnya belum bisa target, hari ini setelah ada penambahan long arm diharapkan bisa selesai sesuai target," jelasnya.
Hartopo juga menambahkan jika yang jadi permasalahan dalam penanggulan adalah arus bawah sungai masih deras sehingga gerusan tanah masih terus terjadi.
"Perlu adanya penanaman "trucuk" (pagar bambu) untuk menanggulangi gerusan tanah akibat derasnya arus sungai, semoga hari ini dapat terselesaikan dengan ditambahnya long arm dan semoga kiriman air tidak begitu melimpah seperti kemarin, juga intensitas hujan diharapkan semakin merendah sehingga tidak menambah debit air yang dapat mengakibatkan gerusan terhadap tanah," ujarnya.
Dirinya juga menambahkan permasalahan sungai yang ada saat ini tidak sesuai standarisasi, maka salah satunya dengan pembebasan atau hibah lahan warga untuk perluasan dan normalisasi sungai.
"Dari BBWS tidak bisa secara regulasi, karena pembebasan lahan dari Pemerintah Daerah. Oleh karena itu saya minta ditawarkan kepada masyarakat terkait, karena untuk kepentingan bersama agar rela menghibahkan lahanya untuk normalisasi sungai. Jika tidak, nantinya jika ada anggaran dari Pemerintah Daerah maka akan kami lakukan pembebasan lahan (ganti rugi) supaya kejadian seperti ini tidak sering terulang," ungkapnya.
Usai meninjau penanggulan sungai Gelis, Rombongan juga berkesempatan menyusuri daerah genangan banjir menggunakan perahu mesin serta mengecek puskesmas darurat yang didirikan disalah satu rumah warga di sekitar Dukuh Goleng Desa Pasuruhan Lor Kecamatan Jati.
H.M. Hartopo menginstruksikan kesiapsiagaan petugas baik TNI-Polri, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan dan desa setempat dalam melayani kebutuhan masyarakat korban dari dampak tanggul jebol.
"Mohon kesigapannya para petugas terkait dalam membantu keperluan serta memantau kesehatan dari warga terdampak," pintanya.
Selain itu, Penerapan protokol kesehatan di posko juga disoroti H.M. Hartopo agar tidak terdapat klaster tempat pengungsian.
"Walaupun di tempat pengungsian, tetap terapkan protokol kesehatan 3M (Menjaga Jarak, Memakai Masker, dan Mencuci Tangan Pakai Sabun) agar tidak menjadi kluster baru penyebaran covid-19 di Kabupaten Kudus," pungkasnya.