KUDUS - Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kudus HM. Hartopo bersama ketua PWI cabang Kudus Syaiful Anas melakukan Talkshow dengan Murianews.com dengan dipandu oleh Pemred Deka Hendratmanto mengangkat tema Perlindungan Pekerja Pers Di Masa Pandemi, Selasa malam (29/12).
Sebelumnya, HM Hartopo memberikan apresiasinya dan ucapan terimakasih terhadap para awak media yang selalu bersinergi membantu pemerintah daerah dalam hal publikasi program kerja.
"Terimakasih kepada rekan-rekan pers semua yang turut membantu pemerintah daerah dalam mensosialisasikan dan menginformasikan program kerja pemerintah daerah, Saya juga mengapresiasi rekan-rekan media yang dapat bersinergi dengan kami," ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, HM. Hartopo membedah secara tuntas tentang mekanisme penularan virus Corona (Covid-19) sebagai edukasi terhadap masyarakat luas, termasuk para awak media.
"Saya jelaskan mekanisme penularan Covid, perlu diketahui bahwa virus Corona dapat menular melewati sirkulasi udara, droplet yang dikeluarkan saat terjadinya komunikasi itulah yang dapat menjadikan orang terkena Covid jika tanpa perlindungan diri. Maka dari itu, saya selalu menghimbau kepada masyarakat untuk selalu memproteksi diri dengan menerapkan 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak," terangnya.
Menurutnya masyarakat saat ini ada sebagian yang tidak paham tentang mekanisme penularan virus covid-19 ini. Banyak masyarakat yang salah mengartikan kegunaan masker.
"Masker dipakai saat keluar rumah, tapi dilepas saat komunikasi atau interaksi dengan yang lain, nah disinilah yang dapat menjadikan penyebaran melalui droplet yang keluar terutama saat ngobrol," jelasnya.
Oleh sebab itu, HM Hartopo selalu menekankan kesadaran bersama terutama bagi awak media yang beresiko tinggi terhadap penularan covid untuk saling menjaga diri dan orang lain dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan.
"Sayangi diri kita dan orang sekitar kita dengan tetap mematuhi aturan yang ditetapkan, terapkan perilaku 3M agar tidak menjadikan kluster baru disekitar kita," pungkasnya.
Sementara itu, Syaiful Anas selaku Ketua PWI cabang Kudus mengatakan Dimusim pandemi ini para awak media mengaku sedikit kesulitan untuk bertatap muka kepada narasumber saat peliputan.
"Memang saat ini kita sedikit kesulitan saat akan melakukan peliputan atau bertemu narasumber untuk mendapatkan validasi suatu berita, oleh karenanya kami menyikapinya dengan cara salah satunya by phone kepada narasumber kecuali jika kondisi mengharuskan turun langsung ke lapangan," ungkapnya.
Namun berkat sinergi yang terjalin baik antara Pemkab dengan awak media, para awak media diberikan perhatian khusus untuk keamanan saat bekerja.
"Kami menyadari bahwa pekerjaan ini mempunyai resiko tinggi terhadap penularan, bahkan ada beberapa rekan kami yang hasilnya positif covid. Namun kami juga diberikan kemudahan informasi terhadap perkembangan Pemkab kudus. Informasi yang mudah kami akses inilah yang membuat sinergi antara Pemkab Kudus dan awak media terjalin harmonis," tuturnya.
Sebagai catatan, Keberadaan awak media sangat dibutuhkan oleh suatu pemerintahan untuk membantu memberikan informasi kepada masyarakat. Oleh sebab itu, sinergitas antara pemerintahan dan awak media harus selalu terjalin dan dapat berjalan beriringan demi terciptanya sebuah informasi yang mudah dikonsumsi masyarakat. (*)