KUDUS - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Kudus telah berjalan sejak 11 Januari lalu. Berbagai pembatasan dilakukan guna meminimalisir penularan Covid-19 di Kabupaten Kudus. Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Kudus Hartopo menyampaikan selama PPKM, kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus menurun meskipun tak signifikan. Hal tersebut disampaikan saat rapat koordinasi penanganan Covid-19 bersama Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo secara virtual di Command Center Diskominfo Kudus, Senin (8/2).
"Setelah dilaksanakan PPKM jilid satu dan dua, kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus menurun," ucapnya.
Pihaknya memaparkan Kabupaten Kudus telah melaksanakan vaksinasi tahap kedua untuk tenaga kesehatan. Terkait vaksinasi untuk pegawai publik dan pegawai pasar, pihaknya mengaku siap. Wacana penggunaan GeNose di Jawa Tengah pun didukung oleh Hartopo. Adanya GeNose tersebut nantinya dapat mempercepat tracing dalam rangka penanganan Covid-19.
"Kami sangat mendukung adanya GeNose. Tracing dan pendeteksian Covid-19 berjalan cepat," tuturnya.
Selain itu, Hartopo menjelaskan saat ini masyarakat Kabupaten Kudus menghadapi bencana banjir di tengah pandemi. Banjir berasal dari luapan sungai sejak 6 Februari lalu.Pihaknya menuturkan area Kabupaten Kudus yang berdampak yakni Kecamatan Jekulo, Mejobo, dan Jati. Beberapa daerah yang terkena banjir merupakan area cekung.
Upaya telah dilakukan dengan memompa genangan air. Namun satu dari pompa air mati sehingga tak maksimal. Pihaknya berencana akan merenovasi tanggul saat musim kemarau.
"Agenda kami akan merenovasi tanggul saat kemarau," ucapnya.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo merespon akan siap membantu Kabupaten Kudus terkait banjir. Pihaknya meminta agar Dinas PUPR Kudus berkomunikasi dengan PUPR provinsi Jateng terkait desain penanganan daerah cekung. Ganjar mengapresiasi upaya Pemkab Kudus untuk mengatasi banjir.
"Nanti Dinas PUPR Kudus langsung menghubungi Dinas PUPR Provinsi nggih. Pokoknya kalau Pemerintah Kabupaten kompak saya yakin penanganan berjalan lancar," paparnya.