KUDUS - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus H.M. Hartopo memimpin Rapat Pimpinan Daerah bersama Perangkat Daerah Pemkab Kudus. Rapat yang dilaksanakan di Lantai IV, Gedung Setda, Kamis (9/7), diikuti oleh Sekda, Asisten Sekda, Pimpinan OPD, Camat, dan Perwakilan Perusahaan Daerah. Evaluasi dan koordinasi penanggulangan Covid-19 dalam persiapan New Normal kembali menjadi pembahasan utama pada pertemuan tersebut.
Mengawali arahannya, H.M. Hartopo menyampaikan bahwa saat ini terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus, karena sedang dilakukan screening masal dan tracking kontak secara masif. Oleh sebab itu, dirinya mengimbau seluruh ASN agar tetap waspada serta dapat menjadi agen penerapan protokol kesehatan di masyarakat. Bahkan, bila perlu setiap OPD diharapkan mempunyai satgas protokol kesehatan.
"Persiapan New Normal diterapkan secara disiplin mulai di lingkungan perkantoran. Setiap OPD harus ada satgas protokol kesehatan. Jadi jangan salah pemahaman, karena ini butuh kerja keras seluruh OPD. Harapannya angka kasus menurun hingga tidak terjadi penambahan baru," tuturnya.
Dalam persiapan New Normal ini, Pihaknya mengimbau supaya koordinasi aktif dengan pemangku wilayah untuk tetap dilakukan, sehingga roda perekonomian masyarakat dapat terus berjalan. Hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden RI, agar di tiap daerah dapat tetap produktif tetapi jangan sampai lengah dan harus selalu waspada. H.M. Hartopo menegaskan, New Normal bukan berarti kembali ke kehidupan sebelum pandemi, namun suatu tatanan hidup baru dengan selalu memakai masker, sering cuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.
"Satgas-satgas harus selalu diaktifkan. Koordinasi, komunikasi selalu dilakukan jangan ada informasi yang terputus. Tingkatkan pelayanan publik dengan memperhatikan protokol kesehatan," ujarnya.
Disamping itu, dalam rapat tersebut H.M. Hartopo juga terus memacu OPD agar alokasi APBD yang tertuang dalam DPA/DPAA untuk kegiatan yang ada dapat segera dilaksanakan. Lebih lanjut, terkait pengadaan barang dan jasa dapat dipercepatan prosesnya, karena waktu efektif hanya tersisa 5 bulan.