Mawar Hartopo Resmikan Rintisan Museum Rogo Moyo Desa Kaliwungu

 

KUDUS - Kabupaten Kudus memiliki banyak kerajinan yang dipengaruhi budaya dan tradisi yang syarat akan kearifan lokal. Seperti yang terdapat di Desa Kaliwungu yang mengangkat potensi lokal sebagai sentra kerajinan Rumah Adat Pencu Tumpang Songo dan Gebyok Rogomoyo. Sebagai upaya pelestarian dalam mengangkat potensi desa, Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Kudus Hj. Mawar Hartopo bersama Pemdes Kaliwungu meresmikan rintisan Museum Mbah Rogo Moyo, di Balai Desa Kaliwungu, Selasa (17/11/2020). 

Usai meresmikan, Mawar Hartopo menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa dalam mengangkat potensi lokal melalui pelestarian kebudayaan. Tanpa meninggalkan kearifan lokal, dirinya berharap Pemdes Kaliwungu mampu mengangkat potensi desa sebagai sentra kerajinan Rumah Adat Pencu Tumpang Songo dan Gebyok Rogomoyo. Diharapkan, rintisan museum tersebut turut serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat desa, khususnya bagi para pengrajin Gebyok Rogomoyo.

"Kami PKK Kabupaten kepada Desa Kaliwungu mendoakan supaya UMKM-nya semoga lebih maju, lebih dikenal luas sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat. Diresmikannya rintisan Museum Mbah Rogo Moyo, semoga bermanfaat kepada masyarakat dan menjadikan Desa Kaliwungu lebih makmur lagi," tuturnya.

Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pembinaan 10 Program Pokok PKK di Kecamatan Kaliwungu. Mawar Hartopo melaksanakan monitoring terhadap administrasi PKK pada Pokja I - IV TP PKK Kecamatan. Dirinya mengimbau, agar administrasi PKK di tiap kecamatan dan desa segera dilengkapi, utamanya terkait data Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). 

"Kami hadir kesini untuk evaluasi administrasi kecamatan hingga desa. Saya tekankan sekali lagi supaya data Anak Berkebutuhan Khusus harus dilengkapi, karena mereka ini sangat butuh penanganan khusus yang lebih lanjut. Maka dari itu, dalam hal ini peran Kader PKK sangat dibutuhkan," ujarnya.

Sementara itu, Camat Kaliwungu, Satria Agus Himawan, menyampaikan bahwa Kecamatan Kaliwungu memiliki inovasi guna mendukung program PKK. Diantaranya adalah pemanfaatan lahan pekarangan untuk pembibitan cabai dan Budikdamber sebagai budidaya lele dan kangkung. Pihaknya berencana untuk melanjutkan program-program tersebut sampai ke tingkat desa, sehingga dapat menguatkan ketahanan pangan masyarakat. 

"Budikdamber yang sering kali PKK Kabupaten gerakkan untuk ketahanan pangan, kami sudah mulai dari bulan Agustus. Ada 16 ember budikdamber dan 2 kolam besar ukuran 3x2 dan 4x2 meter di halaman belakang kecamatan. Dalam 4 bulan ini sudah beberapa kali panen, tidak dijual melainkan kami bagikan. Harapan kami ini nantinya akan kami teruskan sampai ke tingkat desa," ujarnya.