KUDUS - Berbagai sasaran program fisik dan nonfisik TMMD Reguler ke-107 Kodim/0722 Kudus telah selesai dilaksanakan. Di tengah pandemi Covid-19 ini, Kodim 0722/Kudus memasukkan unsur pencegahan Covid-19 sebagai sasaran nonfisik berupa sosialisasi dan penyuluhan. Hal tersebut diungkapkan oleh Plt. Bupati Kudus H.M. Hartopo usai menandatangani naskah serah terima hasil TMMD Reguler ke-107 TA 2020 di Pendopo Kabupaten, Selasa (14/4).
H.M. Hartopo menyampaikan ucapan terima kasih sebagai apresiasi atas selesainya Kegiatan TMMD yang dilaksanakan di Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog. Selama satu bulan jajaran Kodim 0722/Kudus telah menyelesaikan sasaran program fisik dan nonfisik. Dirinya mengatakan, dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19, kegiatan TMMD juga mengajarkan masyarakat untuk dapat membuat hand sanitizer secara mandiri.
"Program fisik betonisasi jalan 900 meter, program renovasi rumah tak layak huni (RTLH), dan berbagai kegiatan nonfisik penyuluhan dan sosialisasi diantaranya pencegahan wabah Covid-19, sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan menjaga pola makan, asupan gizi, olahraga, dan sanitasi. Upaya pencegahan virus corona dengan mempraktikkan pembuatan hand sanitizer secara mandiri," ujarnya.
H.M. Hartopo berharap masyarakat di desa setempat dapat turut merawat hasil pembangunan fisik TMMD. Dirinya optimis, kegiatan TMMD dapat terus ditingkatkan melalui sinergi bersama Pemkab Kudus guna percepatan pembangunan di desa-desa. "Harapan kami dapat selalu bisa ditingkatkan, dan masyarakat pun dapat ikut merawat hasil pembangunan fisik," imbuhnya.
Sementara itu, Dandim 0722/Kudus Letkol Arm Irwansyah menyebut kegiatan TMMD sebagai bukti nyata sinergitas Pemda dan TNI untuk percepatan pembangunan di pedesaan. Pihaknya berharap pembangunan yang telah dilakukan dapat mengangkat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pendidikan di masyarakat. "Harapannya dapat menjadi urat nadi baru di desa setempat. Apa yg sudah kita berikan dapat dimanfaatkan lebih dalam lagi, dan menjadi bekal untuk masyarakat desa," tuturnya.