Ikut BKL, Lansia Tetap Produktif

KUDUS - Berusia senja bukan alasan bagi lansia untuk berhenti berkarya. Seperti yang ditunjukkan oleh anggota Bina Keluarga Lansia (BKL) Tulip, Desa Jepang  Kecamatan Mejobo dalam lomba BKL Tingkat Kabupaten Kudus, Rabu (23/10). Mereka tetap aktif bekerja membuat kerajinan anyaman bambu dan mengikuti senam secara rutin.

Melihat hal itu, Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Kudus Hj. Mawar Hartopo menyampaikan apresiasi kepada para kader BKL dan lansia. Kader BKL selama ini membimbing para lansia untuk berketerampilan membuat besek, caping dan tampah. Produk yang dibuat para lansia ini bahkan sudah menjadi ikon Desa Jepang sebagai produsen anyaman bambu.

"Salah satu produksi disini adalah anyaman besek dengan harga terjangkau. Kami dari IPEMI (Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia) bahkan juga pesan disini untuk acara. Hal ini tentu dapat mendukung program pemkab dalam mengurangi penggunaan kantong plastik atau kemasan makanan berbahan plastik," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jepang Indarto melaporkan bahwa di desanya terdapat 24 posyandu yang terdiri dari BKB dan BKL. Melalui perlombaan BKL, pihaknya berharap adanya evaluasi dan saran dari TP PKK Kabupaten Kudus dalam upaya peningkatan pelayanan terhadap lansia. "Tentunya dengan kondisi saat ini BKL masih belum maksimal, kami terus melakukan ikhtiar membantu dari Pemerintah Desa, untuk itu mohon pentunjuk dan arahannya TP PKK Kabupaten," tuturnya.