HUT Damkar ke-101, Hartopo : Petugas Damkar Relawan Sejati

KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus menghelat apel Hari Ulang Tahun Pemadam Kebakaran (Damkar) ke-101 di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Minggu (1/3) pagi. Ratusan peserta dari pelbagai kalangan turut menyemarakkan acara. Antusiasme peserta tetap terjaga meski apel berjalan dibawah rintik gerimis.

Plt. Bupati Kudus Hartopo bersama Forkopimda Kudus ikut hadir. Hartopo didaulat menjadi komandan apel. Membacakan pesan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Hartopo meyakini tugas Pemadam Kebakaran sangat mulia. Pasalnya, petugas Damkar tak hanya menyelamatkan harta benda saat terjadi kebakaran, namun juga menyelamatkan nyawa manusia. "Pemadam kebakaran punya peran vital bagi masyarakat. Mereka tak hanya selamatkan harta benda, tapi juga yang paling utama menyelamatkan nyawa manusia," ujarnya.

Tak hanya itu, korps yang masyhur dengan semboyan "Pantang Pulang Sebelum Padam" itu juga mengerjakan tugas-tugas kemanusiaan lainnya. Di Kudus, mereka acap kali membantu unit kegawatdaruratan. Misalnya, petugas Damkar memusnahkan sarang tawon Vespa Affinis yang sempat marak di Kudus tahun lalu. Kerja-kerja sosial tersebut, bagi Hartopo, merupakan panggilan jiwa untuk berbuat banyak bagi masyarakat. Oleh karena itu, Hartopo menyematkan sebutan bagi personil Damkar sebagai relawan sejati.

"Kerja-kerja sosial ini terus mereka lakukan. Maka sudah selayaknya jika saya sebut mereka sebagai relawan sejati. Kita bisa menemukan dengan mudah orang yang jiwa sosialnya tinggi, ya, disini (Damkar)," jelasnya.

Terkait dengan jumlah branwir yang ada di Kudus, Hartopo menyebut kondisi saat ini jauh dari kata ideal. Pihaknya menuturkan, Pemerintah Kabupaten Kudus hanya memiliki 4 branwir. Oleh sebab itu, jika terjadi kebakaran, Pemerintah Kabupaten Kudus dan perusahaan menjalin kolaborasi. Hal tersebut menjadikan penanganan kebakaran di Kudus dapat teratasi dengan baik. Namun, Pemerintah Kabupaten Kudus tetap berikhtiar agar penambahan branwir segera dilakukan.

"Untuk mobil pemadam kebakaran, kita berupaya untuk upgrade. Saat ini kurang ideal karena kita hanya punya 4 unit. Namun, berkat kolaborasi yang apik dengan perusahaan yang ada di Kudus, kekurangan yang kita miliki dapat tertutupi sehingga bencana kebakaran dapat diatasi," imbuhnya.

Terakhir, korps Pemadam Kebakaran mengusung tema "Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan yang Unggul Guna Terwujudnya Perlindungan Masyarakat Menuju Indonesia Maju". Tema tersebut sejalan dengan visi misi pemerintah maupun visi misi pemadam kebakaran internasional, yakni To Prevent Fires, Safe Property, and Lives melalui layanan pencegahan serta penanggulangan kebakaran dan penyelamatan yang dilakukan secara profesional dan terlatih.

Usai apel HUT Damkar ke-101, Hartopo bersama Forkopimda Kudus meninjau pelbagai peralatan Pemadam Kebakaran seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR), baju tahan api, tabung gas, dan lainnya. Tak hanya itu, Hartopo juga sempat melihat kecanggihan branwir milik PT. Djarum yang memiliki teknologi terbaru. Total sebanyak 20 branwir yang dipamerkan pada saat apel.