KUDUS - Sepi. Itulah gambaran Balai Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, saat jam kerja kantor, Kamis (3/9) pagi. Hal tersebut didapati Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kudus Hartopo yang sedang menjalankan programnya, Ngantor di Desa. Sontak, ia pun langsung menegur Kepala Desa Hadipolo, Sulaeman Slamet. Tak hanya itu, Hartopo meminta Kades dan jajarannya meningkatkan kedisiplinan.
"Sudah jam 8 kok baru ada 2 perangkat yang hadir ? Yang lain kemana ? Apa tidak tahu jam kantor mulai jam berapa ? Jangan malas ketika harus melayani masyarakat" tegurnya.
Kedatangan Plt. Bupati Kudus di Desa Hadipolo berawal dari aduan masyarakat via akun instagram pribadinya, yakni @hm.hartopo. Masyarakat merasa kurang puas dengan pelayanan yang dijalankan oleh Pemerintah Desa Hadipolo. Maka dari itu, ia langsung mewanti-wanti agar Kades dan jajarannya melayani masyarakat dengan maksimal dan berkualitas.
"Ya, saya ini, kan, dapat laporan masyarakat lewat media sosial. Banyak yang kurang puas dengan pelayanan disini. Maka, saya pagi ini datang di Hadipolo," terangnya.
Lebih lanjut, Hartopo meminta laporan dan data kepada pihak desa terkait dengan siapa saja yang terlambat. Ia tak segan untuk memberikan sanksi. Tak hanya untuk Hadipolo, Hartopo mengingatkan seluruh Pemerintah Desa di Kudus harus disiplin dan mengutamakan layanan yang berkualitas kepada masyarakat.
"Saya minta datanya dan nanti diserahkan ke saya. Peringatan ini tidak hanya untuk Hadipolo, tapi juga di desa lain harus selalu disiplin. Utamanya, memberikan layanan terbaik untuk masyarakat," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Hadipolo Sulaeman Slamet mengaku kaget kedatangan orang nomor satu di Kudus di kantornya. Ia akan menjalankan arahan Plt. Bupati Kudus sebagai bahan introspeksi dan evaluasi terkait kedisiplinan perangkatnya.
"Kedatangan pak Bupati ini, jadi cambuk bagi saya. Kedepan, hal seperti ini tidak akan terjadi," jelasnya.
Sebagai informasi, Program Plt. Bupati Kudus Ngantor di Desa ini telah berjalan sebanyak dua kali, yakni di Desa Getas Pejaten dan Desa Hadipolo. Kedatangan Hartopo biasanya memang tanpa protokoler dan tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Ia ingin tahu bagaimana pelayanan kepada masyarakat secara riil di lapangan. Oleh karena itu, ia selalu mewanti-wanti bahwa pelayanan masyarakat harus berkualitas dan jangan sampai terganggu. (*)