Hari Bela Negara, Momentum Refleksi Bela Negara Dalam Kehidupan Sehari-hari

 

KUDUS - Hari Bela Negara adalah hari bersejarah bangsa Indonesia yang jatuh pada tanggal 19 Desember untuk memperingati deklarasi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) oleh Mr. Sjafruddin Prawiranegara di Bukittinggi pada tahun 19 Desember 1948 silam.

Untuk memperingati peristiwa bersejarah tersebut, Pemerintah Kabupaten Kudus menggelar upacara bendera, yang berlangsung di halaman pendopo Kabupaten Kudus, pada Selasa (17/12) pagi.

Bertindak sebagai Inspektur upacara, Sekretaris Daerah, Sam’ani Intakoris yang ditunjuk mewakili Plt Bupati Kudus HM Hartopo dalam amanatnya membacakan pidato Presiden Indonesia Ir. Joko Widodo, dimana dalam amanatnya, Presiden mengingatkan momentum bersejarah hari bela negara 71 tahun silam dimana perjuangan untuk membela kelangsungan hidup bangsa dan negara, berbagai wujud bela negara telah susul-menyusul silih berganti, hal tersebut untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap dan akan terus eksis untuk selama-lamanya.

Lebih lanjut Presiden mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia, saat ini semakin berat dan beragam bentuknya. Bukan hanya sekadar perang militer seperti saat dahulu, melainkan peperangan yang menyangkut seluruh aspek kehidupan masyarakat.

Untuk itu, Presiden mengajak peran serta seluruh komponen bangsa untuk mewujudkan SDM Indonesia yang unggul demi membangun ketahanan Indonesia, serta kelangsungan hidup dan keutuhan NKRI.

"Di sinilah terletak relevansi tekad kita untuk mewujudkan SDM Unggul demi kemajuan Indonesia yang kita canangkan sebagai tema peringatan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-74," ujarnya.

Dirinya mengatakan, SDM yang unggul adalah prasyarat utama untuk mengisi kemerdekaan sebagai modal dasar pembangunan bangsa Indonesia di segala bidang, yang menjadi pedoman bagi kita semua untuk melaksanakan bela negara.

Akhir kesempatan, Presiden mengajak semua masyarakat baik bagi yang berbakti dalam birokrasi pemerintahan, maupun bidang swasta untuk dapat mereformasi diri serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam meningkatkan kearifan dan pengabdian masyarakat berbasis nilai-nilai kebangsaan sebagai ladang untuk bela negara.

"Saya mengajak segenap lapisan masyarakat dengan beragam profesinya, untuk menjadikan bidang profesi masing-masing sebagai ladang bela negara," Pungkasnya