KUDUS - Inovasi cemerlang dari pelajar dan masyarakat Kabupaten Kudus diacungi jempol Bupati Kudus Hartopo. Dirinya menjelaskan penelitian tersebut bisa diaplikasikan oleh masyarakat luas. Hal itu diungkapkannya usai menyaksikan paparan juara lomba KRENOVA (Kreasi dan Inovasi) tingkat Kabupaten Kudus di Command Center, Kamis (11/8).
"Luar biasa, ternyata masyarakat Kabupaten Kudus punya bakat terpendam. Bagus-bagus hasil penelitiannya," ungkapnya.
Meskipun begitu, penelitian tersebut masih perlu dikembangkan lebih jauh. Seperti hasil penelitian pemenang pertama kategori umum yang menciptakan Smart Inkubator pengering ikan asin. Hartopo memberi masukan agar daya inkubator ditambah sehingga pengeringan tak memakan waktu lama. Pihaknya meminta peneliti terus meningkatkan kualitas smart inkubator sehingga aplikatif untuk digunakan pelaku UMKM.
"Coba untuk menambah daya biar waktu pengeringan ikan asin lebih cepat dan efisien," paparnya.
Hartopo meminta para pemenang terus berkoordinasi bersama dinas terkait. Pihaknya siap mendampingi studi banding dan penelitian lanjutan. Selain lebih aplikatif, produk penelitian bisa berpotensi menjuarai tingkat provinsi Jawa Tengah.
"Harus koordinasi terus dengan kami, kalau butuh pendampingan langsung beritahu saja. Semoga adek adek bisa mendapatkan hasil maksimal di tingkat Jawa Tengah," imbuhnya.
Pemenang pertama kategori pelajar, Riskia Khanifa, murid MAN 1 Kudus berterima kasih atas dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kudus. Pihaknya menyampaikan penelitian tersebut akan diuji coba lebih mendalam.
"Terima kasih atas masukan dan dukungan bapak bupati. Masukan ini nanti akan kami jadikan sebagai upaya untuk menjadi lebih baik," ucapnya.
Kepala Bappeda Kudus Revlisianto Subekti menyampaikan peserta tahun ini lebih banyak dibanding tahun kemarin. Tahun ini peserta lomba Krenova kategori masyarakat umum sejumlah 24 orang dan kategori pelajar sejumlah 112 orang.
"Partisipasi masyarakat tahun ini lebih banyak dibanding tahun kemarin," tuturnya.(*)