Cek Ujian Tatap Muka, Bupati Hartopo Minta Pengetatan Prokes

 

KUDUS - Beberapa sekolah di Kudus telah melaksanakan ujian tatap muka. Dengan protokol kesehatan yang ketat, para siswa mengerjakan ujian di kelas dengan khidmat. Bupati Kudus Hartopo memantau langsung ujian tatap muka yang telah digelar di SMP 3 Bae, SMP 3 Kudus, dan SMP NU Al-Ma'ruf, Selasa (20/4).

Pihaknya didampingi Plt. Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada mengapresiasi upaya sekolah menciptakan ujian tatap muka yang disiplin protokol kesehatan. Sejak memasuki sekolah, para guru yang bertugas langsung mengecek suhu dan menyiapkan handsanitizer untuk para murid.   Selain itu, murid yang berada di kelas pun hanya 50 persen dari daya tampung kelas. Baik guru dan siswa terpantau mengenakan masker dan faceshield. 

"Ujian tatap muka sudah bagus. Semua sudah menjalankan protokol kesehatan dengan baik," ucapnya.

Hartopo mewanti-wanti para guru untuk terus mengingatkan para murid akan pentingnya protokol kesehatan. Hartopo menyampaikan kedisplinan guru dan murid menjadi kesuksesan pembelajaran tatap muka. Diharapkan kedisiplinan tersebut terus konsisten sehingga para murid dapat masuk sekolah dengan meminimalisir penyebaran Covid-19.

"Tolong selalu menerapkan protokol kesehatan dimanapun berada. Sehingga ujian dan pembelajaran sukses dan meminimalisir penularan," tegasnya.

Satgas Covid-19 pun ditempatkan di sekolah-sekolah. Tak hanya bertugas memantau protokol kesehatan di sekolah. Lebih jauh lagi, Hartopo ingin Satgas Covid-19 memantau murid saat berangkat sekolah dan pulang sekolah. Satgas harus memastikan seluruh murid tidak mampir dan langsung pulang ke rumah. Harapannya, tentu saja untuk meminimalisir kasus.

"Satgas harus ikut memastikan murid yang pergi langsung ke sekolah dan pulang langsung ke rumah. Terutama nanti setelah bulan Ramadan. Untuk meminimalisir kasus Covid-19," katanya.

Para guru juga diminta disiplin dengan selalu memakai faceshield saat makan atau minum di kantor. Selain itu, pihaknya berpesan agar guru bersama orang tua berkolaborasi memantau anak didik sehingga dapat memberikan pembelajaran yang efektif meskipun minim tatap muka.

"Guru pun harus disiplin protokol kesehatan. Saya harap, guru juga terus mengembangkan sistem belajar yang efektif bagi para murid ," ungkapnya.

Saat meninjau, Hartopo bertemu dengan seorang bapak yang seorang wali murid datang ke sekolah bersama anaknya untuk bertemu sang guru. Dirinya menceritakan sang anak yang tidak mengerjakan tugas sekolah. Hartopo meminta agar sang bapak terus mengingatkan anak untuk mengerjakan tugas. Meskipun bekerja, bapak harus tetap memantau sekolah anak dan memotivasi agar terus belajar.

"Saat seperti ini, motivasi orang tua sangat penting agar anak semangat belajar. Seorang bapak pasti pengen anaknya lebih sukses darinya. Jangan sampai, pendidikan saat ini malah menjerumuskan anak-anak di masa depan. Maka dari itu, bapak harus terus mengingatkan anak. Nduk, Nang, sinau ben pinter,"  pesannya kepada wali murid.

Sementara itu, suasana berbeda terlihat dari ujian tatap muka yang dilaksanakan SMP NU Al-Ma'ruf. Meskipun di kelas, para siswa tetap mengerjakan ujian via gawai. Hartopo meminta pihak sekolah mengevaluasi kebijakan yang telah mendapatkan persetujuan wali murid tersebut. Pihaknya mengingatkan esensi dari pembelajaran tatap muka yakni meminimalisir ketergantungan dan meningkatkan kemandirian anak dalam mengerjakan tugas. 

"Selama pandemi, anak mengerjakan tugas di rumah dan tugas dilakukan via gawai. Adanya ujian tatap muka berguna untuk menggenjot usaha para murid mandiri dalam mengerjakan tugas. Mohon kebijakan ini ditinjau kembali," paparnya kepada para guru di SMP NU Al-Ma'ruf. (*)