KUDUS - Usai dilaksanakan Penyerahan bantuan kesejahteraan dan Pembinaan imam, khotib, marbot masjid, imam mushola tahun anggaran 2021 beberapa waktu lalu untuk enam wilayah Kecamatan, Kali ini Pemkab Kudus kembali melaksanakan kegiatan yang sama untuk wilayah Kecamatan Dawe, Gebog, dan Jekulo di Masjid Faidlur Rohman desa Cendono Kecamatan Dawe Kudus, Rabu (29/12).
Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Kudus H.M. Hartopo, Kepala Kantor Kemenag Kudus, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kab. Kudus, Kabag Kesra, Camat Dawe, Gebog, dan Jekulo beserta Forkopimcam, Tokoh agama, dan Para pengurus masjid.
Selamat datang diucapkan oleh ketua pengurus masjid Faidlur Rahman, Kh. Kusminto kepada Bupati Kudus dan jajaran.
"Selamat datang kami ucapkan kepada Bupati dan rombongan. Semoga pertemuan ini membawa berkah manfaat. Terimaksih atas program kerja dari Bupati, semoga program kerja yang dijalankan dapat membawa kemaslahatan bagi umat," ucapnya.
Sementara itu, Bupati Kudus H.M. Hartopo memberikan apresiasi kepada imam, khotib, marbot masjid, imam mushola sebagai bentuk kepedulianya terhadap kemakmuran masjid.
"Bantuan kesejahteraan ini jangan dilihat dari besaran nominalnya, Semoga bantuan yang tak seberapa ini dapat memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi pemakmur masjid," harapnya.
Bupati Hartopo juga mengajak seluruh masyarakat agar semakin semangat berlomba-lomba memakmurkan masjid.
"Mari bersama kita berlomba-lomba dalam memakmurkan masjid, dengan tujuan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita. Dengan kita selalu memakmurkan masjid, masjid pun akan memakmurkan kita," imbaunya
Untuk menepis stigma negatif yang berkembang di masyarakat, Bupati menjelaskan mengenai dampak pandemi untuk Pemkab Kudus.
"Memang pandemi ini memberikan dampak yang signifikan diberbagai sektor, termasuk pada anggaran Pemkab Kudus yang mengakibatkan berhentinya pembangunan infrastruktur pada kepemimpinan saya. Itu semua karena dana cukai (DBHCHT) sebagai andalan pembangunan kita beralih fungsinya sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan no. 206," jelasnya.
Meski begitu, Pemkab Kudus terus mengupayakan untuk tidak merefokusing terkait hibah sarpras peribadatan maupun tunjangan guru karena program ini masuk skala prioritas Pemkab Kudus.
"Saya selalu berkoordinasi dan mewanti-wanti Kabag Kesra agar tidak mengikutkan refokusing anggaran tersebut, karena hibah sarpras peribadatan maupun tunjangan guru adalah skala prioritas dalam program kerja saya," ucapnya.
Oleh karena itu, Bupati Hartopo mengucapkan permintaan maafnya kepada masyarakat jika terjadi ketidakpuasan di era kepemimpinanya.
"Manusia memang tak ada yang sempurna, Saya mohon maaf jika dirasa pelayanan masyarakat yang kami berikan kurang maksimal, Namun aspirasi dan amanah dari masyarakat akan selalu kami emban erat untuk diperjuangkan," tegasnya.
Terakhir, Bupati berpesan kepada masyarakat maupun para jamaah masjid dan mushola agar tetap menjalankan protokol kesehatan dimanapun berada.
"Mengingat pandemi masih terjadi, saya mohon pada para jamaah maupun pada masyarakat luas agar tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Waspada terhadap penyebaran covid varian omicron yang setiap saat dapat mengintai," pungkasnya. (*)