JAKARTA – Mengawali langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Bellinda Birton dan jajaran melaksanakan audiensi dengan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, di Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan RI, Rabu (29/4/2026).
Audiensi ini bertujuan untuk mengajukan usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2027, khususnya untuk pengembangan RSUD dr. Loekmono Hadi serta rencana pembangunan rumah sakit baru, RSUD Sunan Muria.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kudus memaparkan secara komprehensif kondisi dan kebutuhan layanan kesehatan di Kabupaten Kudus. Bupati juga menekankan bahwa peningkatan akses dan mutu layanan kesehatan menjadi prioritas utama, sejalan dengan target pembangunan nasional (RPJMN) bidang kesehatan.
Selain itu, disampaikan pula analisis situasi RSUD dr. Loekmono Hadi yang masih memerlukan peningkatan kapasitas layanan, baik dari sisi fasilitas maupun ketersediaan tenaga medis spesialis. Untuk itu, diajukan usulan DAK dengan estimasi anggaran sebesar Rp30,84 miliar guna mendukung pengembangan rumah sakit tersebut.
Tak hanya itu, Bupati juga menggarisbawahi urgensi pembangunan RSUD Sunan Muria sebagai rumah sakit baru. Hal ini dilatarbelakangi oleh belum adanya fasilitas rumah sakit di tiga kecamatan, yakni Bae, Dawe, dan Gebog, dengan tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi serta tingginya angka rujukan mencapai lebih dari 16 ribu kasus.
“Pembangunan RSUD Sunan Muria menjadi kebutuhan mendesak untuk mendekatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Rumah sakit ini direncanakan bertipe C dengan kapasitas 105 tempat tidur serta layanan unggulan KIA, paru, dan kanker,” jelas Bupati.
Lebih lanjut, pembangunan rumah sakit baru tersebut telah disiapkan berdasarkan Detail Engineering Design (DED) dengan estimasi nilai fisik mencapai Rp218,26 miliar.
Dalam pernyataannya, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan bahwa pengajuan DAK ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas.
“Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan RI agar usulan DAK Tahun Anggaran 2027 ini dapat terealisasi. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi investasi jangka panjang untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kudus,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyambut baik inisiatif Pemerintah Kabupaten Kudus dalam memperkuat sistem layanan kesehatan daerah, khususnya dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan rujukan.
“Kami mengapresiasi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Kudus dalam memperkuat layanan kesehatan, baik melalui peningkatan kapasitas RSUD dr. Loekmono Hadi maupun rencana pembangunan RSUD Sunan Muria. Kementerian Kesehatan pada prinsipnya mendukung upaya daerah yang berorientasi pada peningkatan akses dan mutu layanan, sepanjang perencanaan dan kesiapannya matang serta selaras dengan prioritas nasional,” ujar Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.
Melalui audiensi ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan yang inklusif, responsif, dan berkelanjutan, sehingga masyarakat Kabupaten Kudus dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal dan berdaya saing.

