Bupati : Bentuk Empati Kami Atas Jasanya Memakmurkan Masjid

KUDUS - Imam, khotib, dan marbut menjadi orang yang sangat penting dalam 'menghidupkan' masjid. Keihklasannya mengabdi sepenuh hati kepada musala dan masjid diapresiasi Pemerintah Kabupaten Kudus. Komitmen tersebut diwujudkan Bupati Kudus Hartopo dalam pembinaan dan penyerahan bantuan kesejahteraan kepada imam, khotib, marbut masjid dan imam musala Kecamatan Kota, Mejobo, dan Bae di Masjid Agung Kudus, Selasa (28/12). 

 

Hartopo salut akan pengabdian imam, khotib, marbut yang memakmurkan masjid. Kalaupun tidak ada bayaran, pihaknya yakin mereka tetap melaksanakan tugasnya sepenuh hati. Pihaknya meminta penerima tidak melihat jumlah bantuan, tapi bentuk empati Pemerintah Kabupaten Kudus. 

 

"Memang bantuan ini masih ala kadarnya dan jumlahnya tak banyak. Tapi jangan dilihat dari jumlahnya, ini bentuk empati kami," ucapnya. 

 

Seperti yang diketahui, Pemkab Kudus memberikan masing-masing satu juta rupiah kepada 3.437 penerima. Jumlah total anggaran yang digelontorkan sebesar 3,437 miliar rupiah. Pihaknya berjanji akan meningkatkan jumlah penerima saat APBD tidak lagi ada refocusing. 

 

"Setelah pandemi usai dan APBD tidak direfocusing, kami akan lakukan verifikasi kembali sehingga penerima bantuan bertambah," paparnya. 

 

Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Kudus K.H. Syahroni berterima kasih kepada Bupati Kudus atas perhatian dan kepeduliannya. Jumlah penerima bantuan dari Kecamatan Kota berjumlah 388 orang. Sementara itu penerima bantuan Kecamatan Mejobo berjumlah 318 dan jumlah penerima bantuan Kecamatan Bae berjumlah 232 orang.

 

"Semoga bantuan ini memotivasi imam, khotib, dan marbut untuk mengabdi. Semoga para stakeholder diberikan kesehatan dan kelancaran atas kepeduliaannya kepada musala serta masjid," pungkasnya. (*)