KUDUS - Pemerintah yang bersih dari korupsi dapat terwujud bila dibarengi dengan komitmen semua pihak. Hal tersebut disampaikan Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Kudus Dr. Hartopo didampingi perwakilan Forkopimda saat membuka Konferensi Video Tim Saber Pungli dalam rangka Hari Anti Korupsi Sedunia di Command Center Diskominfo, Rabu (23/12).
Kemudian, pihaknya bersama inspektur Kudus, perwakilan tim saber pungli, Kejaksaan, dan Kodim 0722/Kudus menandatangani komitmen bersama melawan pungli dalam rangka memperigati Hakordia.
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati juga menyerahkan penghargaan kepada Dinas Dukcapil dari Kemenpan RB terkait wilayah bebas korupsi. Dr. Hartopo berpesan agar zona integritas tak hanya sekedar seremonial saja. Perlu mengubah mindset semua pegawai dan masyarakat terkait korupsi, terutama pungli. Sampai saat ini, tak dapat dipungkiri pungli masih terjadi dan dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab. Pihaknya menekankan pesan untuk menghindari pungli sudah disampaikan melalui media online, cetak, maupun baliho. Setelah itu, tinggal pribadinya saja yang mau berubah atau tidak untuk menolak pungli.
Pihaknya mengajak semua pihak mendukung gerakan anti pungli, dari mulai staf di tingkat kabupaten hingga ke tingkat desa. Jika mengetahui adanya pungli, Dr. Hartopo meminta masyarakat melaporkan kejadian tersebut.
"Mari kita berkomitmen dan kawal bersama adanya pungli di Kabupaten Kudus. Yang paling penting, kesadaran dari diri sendiri. Kalau tahu ada pungli, langsung laporkan saja," paparnya.
Pemerintah Kabupaten Kudus akan menindak tegas oknum dan pelaku pungli. Hal tersebut sejalan dengan tujuan Pemkab Kudus menjadi kabupaten yang transparan dan bersih dari korupsi.
"Tolong pemerintah sampai ke tingkat desa harus menindak tegas adanya pungli. Jangan hanya sosialisasi, harus ada bukti nyata. Semua itu untuk mewujudkan Kudus yang transparan dan bersih," ujarnya.
Di masa pandemi, pihaknya meminta agar pegawai tetap tertib menerapkan 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, dan Mencuci tangan pakai sabun). Dr. Hartopo menilai kesadaran masyarakat menerapkan 3M masih rendah, sementara kasus Covid-19 masih terus naik. Pihaknya meminta pegawai pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk memakai masker saat ngobrol.
"Saat ini, kasus Covid-19 terus merangkak dan saya lihat kesadaran masyarakat masih rendah. Padahal sudah sering dilaksanakan sosialisasi penerapan 3M. Saya imbau masyarakat pakai masker saat ngobrol," ucapnya.