Bupati Kudus Sambut Rembug Pembangunan Jateng 2026, Perkuat Sinergi Pariwisata dan Investasi

KUDUS – Penguatan sinergi pembangunan antarwilayah di Jawa Tengah terus dilakukan melalui Rembug Pembangunan Jawa Tengah Tahun 2026 yang digelar di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (26/5/2026), dipimpin langsung Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan diikuti oleh kepala daerah wilayah Jekuti dan Banglor meliputi Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora.

 

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris didampingi Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton dan Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Endhah Sam’ani Intakoris menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta forum serta memperkenalkan potensi daerah Kabupaten Kudus yang ditopang sektor industri, UMKM, dan investasi.

 

“Kami mengucapkan selamat datang di Kabupaten Kudus. Kudus memiliki berbagai produk unggulan dan terus meningkatkan sektor investasi selain sektor rokok sebagai kebanggaan daerah menuju kabupaten yang sejahtera dan maju,” ujar Bupati Kudus.

 

Bupati Kudus menjelaskan bahwa PDRB per kapita Kabupaten Kudus mencapai Rp148,38 juta per tahun dan menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa Tengah dengan dukungan sektor industri sebesar 76 persen.

 

“Pemerintah Kabupaten Kudus selaras dengan tema pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi. Kami mendukung penuh program pemerintah provinsi dan pusat melalui penguatan investasi, perbaikan infrastruktur, LPJU, mitigasi bencana, serta sinergi bersama Forkopimda, TNI, dan Polri demi pertumbuhan ekonomi yang kondusif,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa forum rembug pembangunan menjadi ruang untuk mendengar dan melihat langsung kebutuhan daerah dalam menyusun arah pembangunan ke depan.

 

“Kita harus memiliki terobosan untuk meningkatkan investasi. Jawa Tengah memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik di tengah keterbatasan fiskal dan kondisi geopolitik yang tidak menentu. Inflasi juga terkendali. Jawa Tengah adalah gudangnya investasi, maka mari perkuat investasi dengan kemudahan perizinan dan jaminan keamanan bersama TNI dan Polri,” tegas Gubernur Jawa Tengah.

 

Gubernur juga menekankan agar investasi tetap memperhatikan aturan tata ruang dan tidak menabrak lahan sawah dilindungi (LSD).

 

“Pembangunan harus berkembang bersama sesuai kemampuan masing-masing daerah dengan leadership yang kuat. Tahun 2027 arah pembangunan Jawa Tengah difokuskan pada pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi,” lanjutnya.

 

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah menyampaikan bahwa persoalan ekonomi seperti pengangguran dan kenaikan harga kebutuhan pokok masih menjadi perhatian utama dalam pembangunan daerah.

 

“Forum ini memastikan bagaimana kita bersama-sama menciptakan lapangan kerja agar pengangguran berkurang. Kami mengapresiasi capaian investasi Jawa Tengah tahun 2025 yang menjadi salah satu terbesar di tingkat nasional. Spirit rembug pembangunan adalah kemaslahatan untuk menyelesaikan problem ekonomi masyarakat,” ujarnya.

 

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Tengah Urip Sihabudin menambahkan target pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2027 perlu didukung bersama oleh pemerintah kabupaten/kota, khususnya wilayah Pati Raya.

 

“Target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2027 cukup tinggi, diangka 5,6 -7,4 % sehingga perlu sinergi bersama kabupaten/kota, terutama dikawasan Jekuti Banglor melalui penguatan sektor pariwisata dan ekonomi syariah,” jelasnya.

 

Dalam forum tersebut, sejumlah kepala daerah juga menyampaikan usulan pembangunan daerah, di antaranya perbaikan infrastruktur jalan menuju kawasan wisata, normalisasi sungai untuk antisipasi banjir, pengawasan desa wisata, hingga dorongan sertifikasi halal UMKM agar mampu naik kelas dan meningkatkan daya saing daerah.