KUDUS - Usia ke-97 tahun adalah usia yang sangat matang, tentu telah banyak perjalanan dan pengalaman yang dilalui Madrasah Tasywiqut Thullab Salafiyah (TBS) Kudus hingga berhasil mencetak generasi muda berprestasi dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, pihaknya turut mengucapkan selamat dan mendoakan kemajuan Madrasah TBS ketika menghadiri Hari Lahir (Harlah) Yayasan TBS Kudus ke-97, di depan segenap para alim ulama dan tamu undangan, Sabtu (31/12) sore di lingkungan Madrasah TBS Kudus.
"Ini usia yang sangat matang, hampir se-abad. Tentu dalam perjalanannya telah banyak mencetak generasi yang berprestasi dengan karya-karya yang dihasilkan dalam pendidikan. Selamat, semoga TBS makin maju dan sukses," ungkapnya.
Hartopo menyebut bahwa jenjang pendidikan yang dikelola oleh Yayasan TBS sangatlah lengkap. Mulai dari Paud, MI, Madrasah Persiapan Tsanawiyah (MPTs), MTS, Madrasah Persiapan Aliyah (MPA), MA, Pondok Ath-Thullab, dan Ma'had Aly (Pondok Ilmu Falak). Selain itu, terdapat pula Raudlatut Tarbiyatul Qur'aniyyah (RTQ), Madrasah Ilmu Qur'aniyyah (MIQ), dan Madrasah Diniyyah Putri. Pihaknya berharap, prestasi demi prestasi dapat diraih dalam upaya meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan.
"Dengan lengkapnya jenjang pendidikan yang dimiliki TBS tersebut, saya berharap prestasi demi prestasi dapat diraih dalam upaya meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan," harapnya.
Dirinya pun menyampaikan kabar gembira atas dicabutnya PPKM di Kabupaten Kudus, yang artinya terdapat kelonggaran dalam beraktivitas khususnya dalam bidang pendidikan. Namun, dirinya mengingatkan terkait kewaspadaan terhadap covid yang belum hilang.
"Saat ini PPKM telah dicabut, ini kabar gembira bagi kita. Namun, saya tetap ingatkan untuk tetap taat prokes karena covid belum benar-benar hilang," imbaunya.
Dirinya turut memohon doa dari para alim ulama untuk kebaikan Kabupaten Kudus, mengingat saat ini tengah terjadi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana alam.
"Mohon doanya supaya Kudus diberikan keselamatan dan kebaikan ditengah ancaman bencana alam seperti tanah longsor, banjir, maupun angin ribut yang terjadi saat ini," pintanya.
Menutup pembicaraan, Bupati Hartopo berujar siap mendukung pengembangan teknologi ilmu Falak yang saat ini dikembangkan oleh Yayasan TBS melalui pendidikan. Dirinya menilai, pendidikan ilmu Falak sangat penting untuk dikembangkan mengingat banyak manfaat yang didapatkan.
"Kami siap mendukung perkembangan teknologi ilmu Falak yang saat ini dikembangkan melalui pendidikan di Yayasan TBS. Jika membutuhkan teknologi terbarukan, Pemkab Kudus siap memberikan dukungan pengadaan teknologi yang baru," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan TBS Kudus KH. Ulil Albab Arwani, mengucapkan terimakasihnya atas dukungan yang diberikan untuk kemajuan Yayasan TBS Kudus.
"Terimakasih atas dukungannya, baik dari masyarakat maupun Pemkab Kudus khususnya dari Pak Bupati," katanya.
Ulama kharismatik itu menuturkan, di usia ke-97 tahun ini, Yayasan TBS Kudus telah mengelola 11 lembaga pendidikan, baik formal maupun non formal. Baik santriwan maupun santriwati, dari usia dini hingga perguruan tinggi dengan jumlah santri sebanyak 5.421 orang.
"Dari sekian banyaknya lembaga pendidikan yang dikelola Yayasan TBS, saya selaku pengurus yayasan meminta doa dan dukungan semuanya agar dapat terus mengembangkan yayasan ini," terangnya.
Pihaknya pun mendoakan kelancaran dan kemudahan Bupati Hartopo dalam memimpin jalannya Pemerintahan di Kabupaten Kudus.
"Semoga beliau diberikan kemudahan dan kelancaran dalam memimpin Kabupaten Kudus. Kita semua diberikan kesehatan dan keberkahan sehingga tercipta kondusifitas wilayah di Kabupaten Kudus," pungkasnya. (*)